Keracunan di SMA 2 Kudus, Kronologi Murid Alami Mual Usai Santap Menu MBG sampai Ada yang Pingsan

Gejala keracunan dirasakan murid usai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Rabu (28/1/2026).

Diterbitkan 29 Januari 2026, 15:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi keracunan massal menimpa ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (29/1/2026). Kejadian usai santa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, memicu kepanikan luar bisa dari warga sekolah setempat.

Tidak hanya itu, peristiwa ini juga membuat jajaran aparat TNI Polri, tenaga kesehatan dan rumah sakit kelabakan.

Tercatat puluhan pelajar SMA setempat yang berlokasi di Jalan Ganesha Raya Kelurahan Purwosari Kudus, harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit yang ada.

Para siswa yang mengalami gangguan kesehatan massal, dirawat di RSUD Loekmonohadi Kudus, RS Sarkies, RSI, RS Mardirahayu dan sejumlah rumah sakit lainnya di Kudus.

 

Ambulans Lalu Lalang

Pantauan Liputan6.com, tampak belasan unit armada ambulans disiagakan di halaman sekolah setempat. Ambulans tersebut keluar masuk ke sekolah menuju rumah sakit, merujuk para siswa yang keracunan.

Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan dibuat sibuk, kejadian itu juga membuat para orang tua yang anaknya bersekolah di SMA setempat juga kebingungan.

Ada 2 Murid Pingsan

 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Mustiko Wibowo menambahkan, tanda-tanda gangguan kesehatan sebenarnya sudah muncul sebelum para siswa tiba di sekolah.

Menurut Mustiko, sebagian pelajar mengeluhkan pusing dan diare sejak Rabu (28/1/2026) malam. Namun mereka tetap berangkat ke sekolah seperti biasanya.

“Keluhan awal (siswa SMA 2 Kudus) sudah dirasakan saat mereke berada di rumah," tutur Mustiko saat ditemui di SMA 2 Kudus.

Mustiko menyebut, dugaan sementara gangguan kesehatan massal ini mengarah pada menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Sebab dampaknya baru dirasakan siswa pada keesokan harinya.

Kondisi semakin memburuk saat para siswa berada di lingkungan sekolah. Mereka mulai terserang mual, muntah, hingga diare berat.

Mirisnya lagi, nakes dan guru sekolah setempat menemukan dua siswa yang sempat pingsan dan segera dievakuasi ke rumah sakit.

Hingga pukul 14.00 WIB hari ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Pihak Dinas Kesehatan setempat melaporkan jumlah siswa yang mendapatkan perawatan terus bertambah menjadi 70 orang.

Bupati Turun Tangan Lakukan Pengecekan

Tak ingin kejadian keracunan massal itu berakibat fatal, Bupati Kudus, Samani Intakoris dan Dandim 0722 Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie langsung turun tangan. Mereka berdua langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan pihak rumah sakit untuk menangani para siswa tersebut.

Bupati Samani dan Dandim Yuusufa menyambangi dan melihat langsung kondisi kesehatan siswa yang dirawat di RSUD Loekmonohadi Kudus. Keduanya memerintahkan pihak sekolah untuk melakukan penanganan cepat. Samani juga meminta pihak sekolah mendirikan posko call center, untuk memudahkan koordinasi penanganan insiden tersebut.

"Kami bersama Pak Dandim, unsur TNI dan Polri langsung bergerak cepat. Begitu ada laporan anak-anak mengalami keluhan seperti mulas, pusing, dan diare, semuanya langsung kita bawa ke rumah sakit untuk ditangani," ujar Samani saat berada di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Samani mengatakan, langkah cepat ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Kudus menangani kejadian luar biasa, agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. Selain itu, Bupati Samani bersama TNI, Polri dan Dinas Kesehatan setempat terus melakukan penyisiran siswa lain yang mengalami gejala serupa.