Ritual Pagar Gaib Cunca Plias, Doa Sakral Warga Langgo untuk Alam dan Wisatawan

Ritual dimulai dari rumah adat (Mbaru Gendang) Kampung Langgo dan Compang Langgo.

Diterbitkan 16 Januari 2026, 10:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat lokal kampung Langgo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar ritual adat Pagar Gaib Cunca Plias, Kamis (15/1/2026). Tradisi sakral ini disaksikan wisatawan asing asal Spanyol dan Prancis.

Bagi para pelancong Eropa, acara ini bukan sekadar tontonan. Mereka menyaksikan dengan penuh penghormatan sebagaimana hubungan erat manusia dengan sang pencipta dan alam. Ritual dimulai dari rumah adat (Mbaru Gendang) Kampung Langgo dan Compang Langgo.

Para tokoh adat bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) air terjun Cunca Plias merapalkan doa pembuka sebelum berjalan menuju sumber air minum warga, simbol kehidupan yang harus dijaga kesuciannya.

Puncak acara berlangsung di depan air terjun Cunca Plias, di mana ritual syukur dilarungkan di hadapan tirai air yang megah.

Ketua Pokdarwis Cunca Plias Robert Perkasa mengatakan, ritual ini sebagai syukur atas pencapaian tahun lalu sekaligus 'pagar gaib' bagi pengunjung Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos.

"Kami mohon agar wisatawan yang datang dijauhkan dari bahaya dan pulang dengan kenangan indah tanpa masalah," ujarnya.

Dengan ritual ini, diharapkan Cunca Plias tidak hanya dikenal karena keindahannya, tapi juga kehangatan doa dan adatnya.

Para wisatawan Eropa bahkan menyebutkan ini sebagai ziarah budaya yang akan mereka ceritakan di negara asal.