Identitas Korban Meninggal dan Hilang Akibat Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Sulut

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Peristiwa ini menyebabkan enam warga meninggal dunia.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan data sementara, bencana tersebut menyebabkan enam warga meninggal dunia, sementara empat orang lainnya dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian.

Peristiwa ini berdampak pada Kecamatan Siau Barat, Siau Timur, dan Siau Barat Selatan. Di Kecamatan Siau Timur, seluruh jenazah korban yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Sementara itu, di Lingkungan Kampung Laghaeng I, Kecamatan Siau Barat Selatan, dampak kerusakannya cukup parah. Bencana ini menyebabkan dua rumah penduduk hilang, tiga rumah rusak berat, dan satu pastori juga mengalami kerusakan berat.

Korban hilang yang masih dicari oleh tim SAR gabungan adalah seorang balita dan satu bayi. Balita tersebut bernama Azriel C. Tatambihe, sementara bayi yang hilang adalah Kananta Kairi Kansil, yang baru berusia 2 bulan.

Daftar Korban Meninggal Dunia:

- Juanita Erlina Bangsa (Perempuan)

Umur: 21 Tahun

Asal: Kel. Bahu

- El Kamanangan (Laki-Laki)

Umur: 4 Tahun

Asal: Kel. Bahu

- Rakmon Bangsa (Laki-Laki)

Umur: Tidak tersedia

Asal: Kel. Bahu

- Joan Bangsa (Perempuan)

Umur: 20 Tahun

Asal: Kel. Bahu

- Rafles Kobis (Laki-Laki)

Umur: Dewasa

Asal: Laghaeng

- Hermina Maningide (Perempuan)

Umur: Dewasa

Asal: Laghaeng

Daftar Korban Hilang/Belum Ditemukan:

- Azriel C. Tatambihe (Balita Laki-Laki)

Asal: Laghaeng

- Kananta Kairi Kansil (Bayi Laki-Laki)

Asal: Kel. Bahu

- Florensi Bawonte (Perempuan)

Umur: 72 Tahun

Asal: Kel. Bahu

- Santi Diamanis (Perempuan)

Umur: 34 Tahun

Asal: Kel. Bahu

 

Penanganan Darurat Terus Dilakukan

Saat ini, upaya evakuasi dan penanganan darurat terus dilakukan oleh BPBD Sitaro, Basarnas Sulut, bersama TNI/Polri, dan relawan setempat. Beberapa korban luka telah dilarikan ke RS Sawang untuk mendapatkan penanganan medis.

Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, membenarkan adanya korban meninggal dan hilang akibat bencana alam ini. Ia menyebutkan bahwa data korban terbagi jiwa di dua lokasi terdampak.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami, total ada enam korban meninggal dunia yang telah dievakuasi dari Kecamatan Siau Timur dan Kecamatan Siau Barat Selatan,” ujar Nuriadin Gumeleng, Senin (5/1/2026).

 

Koordinasi dengan BPBD Sitaro

Nuriadin menambahkan bahwa tim Basarnas terus berkoordinasi dengan BPBD Sitaro dan akan menyampaikan kembali perkembangan informasi jika ada pembaruan data korban atau situasi di lapangan.

Data Korban Banjir Bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

Meninggalkan Dunia:

Jumlah: 6 Orang

Korban Hilang/Belum Ditemukan:

Jumlah: 4 Orang

Korban Luka-Luka:

Jumlah: 17 Orang