Curhat Petani di Sukabumi: Mau Panen, 4 Hektare Sawahnya Malah Ludes Disapu Banjir

Banjir bandang menyapu sawah yang ada di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Diterbitkan 23 April 2026, 15:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Nasib malang menimpa para petani di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Harapan untuk meraup untung dari panen raya sirna seketika setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut, Senin (20/4/2026).

Sedikitnya 4,38 hektare lahan persawahan yang tersebar di beberapa titik dilaporkan ludes disapu air bah. Material lumpur dan sampah yang dibawa banjir kini menutupi tanaman padi yang sebenarnya tinggal menghitung hari untuk dipanen.

Yusuf, salah seorang petani setempat, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat melihat kondisi sawahnya di Kampung Sukagalih yang kini rata dengan lumpur.

"Air datang begitu cepat, seperti tidak memberi kesempatan bagi kami untuk menyelamatkan apa pun. Padi yang sudah kuning dan siap dipetik sekarang tertimbun lumpur. Kami hanya bisa terpaku melihat modal kami hanyut dibawa arus," ungkap Yusuf, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan terparah terjadi di Kelompok Tani (Poktan) Sukagalih dengan luas 2,03 hektare.

Kerusakan juga melanda Poktan Kampung Mekar seluas 1,2 hektare, Poktan Leuwi Waluh 0,85 hektare, dan Poktan Cisalimar seluas 0,3 hektare.

Bagi petani, musibah ini bukan sekadar gagal panen biasa. Banyak dari mereka yang menggunakan modal pinjaman untuk membeli pupuk dan biaya perawatan musim ini.

"Modal yang kami keluarkan tidak sedikit. Kami sudah berbulan-bulan merawat, berharap panen kali ini bisa untuk melunasi utang dan menyambung hidup. Sekarang semua habis, kami benar-benar merugi besar," tambah Yusuf dengan nada getir.

Kini, warga Desa Cipeuteuy hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Tanpa bantuan nyata, mustahil bagi mereka untuk melakukan pemulihan lahan secara mandiri dalam waktu dekat.

"Kami petani kecil sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Kami butuh bantuan untuk membersihkan lahan dan bantuan benih agar bisa kembali menanam. Jika dibiarkan, kami tidak tahu harus makan apa ke depannya," tuturnya.

Â