BMKG Deteksi Dampak Siklon Hayley, Cuaca Ekstrem Landa Kawasan Taman Nasional Komodo

Penutupan dari aktivitas wisata dan pelayaran ini menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Diterbitkan 01 Januari 2026, 18:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Taman Nasional Komodo (TNK) ditutup sementara dari semua aktivitas wisata alam dan pelayaran sejak 29 Desember 2025. Penutupan ini dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dalam Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) No. 05/NTM-XII/2025 dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Penutupan total dari aktivitas wisata dan pelayaran ini menindaklanjuti peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem ini merupakan dampak tidak langsung Siklon Tropis Hayley.

Siklon ini terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

KSOP juga resmi mencabut pelayaran atau Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata, termasuk speed boat dalam keputusan mereka tersebut.

Kepala BTNK Hendrikus Siga mengatakan penutupan ini berlaku untuk semua destinasi wisata di kawasan TN Komodo seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, dan spot diving lainnya.

BTNK langsung merespons dengan menghentikan semua aktivitas pelayaran wisata alam demi keselamatan bersama.

"Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata TN Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.

Pantau Informasi Cuaca

Dalam himbauan terpisahnya BTNK juga menyampaikan kepada masyarakat dan wisatawan untuk terus memantau informasi cuaca harian dari BMKG sebelum beraktivitas di perairan TN Komodo.

Sementara bagi pemilik kapal atau nahkoda agar mematuhi arahan KSOP Kelas III Labuan Bajo dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika cuaca semakin memburuk.

 

Tunda Aktivitas

Untuk wisatawan yang telah memiliki tiket masuk atau booking kapal diminta untuk segera menghubungi operator atau BTNK.

"Semua diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas apabila kondisi tidak memungkinkan," imbaunya.

Sementara dalam prakiraan cuaca 7 hari ke depan di wilayah Komodo menunjukkan kondisi yang kurang bersahabat, dengan potensi heavy rain, scattered storms, dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran.