Meresahkan, Empat 'Mata Elang' Bertato Intimidasi Wanita di Tengah Pusat Perbelanjaan Sukabumi

​Kejadian yang berlangsung pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.00 WIB itu menimbulkan keresahan karena terjadi di lokasi yang seharusnya aman.

Diterbitkan 25 November 2025, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Aksi penagihan utang yang dilakukan secara sepihak oleh kelompok yang dijuluki 'mata elang' kini merambah ke area publik yang ramai. Insiden terbaru menimpa seorang perempuan, Rima Melati (45), tepat di sekitar pusat perbelanjaan Jalan A. Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

​Kejadian yang berlangsung pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.00 WIB itu menimbulkan keresahan karena terjadi di lokasi yang seharusnya aman.

Rima Melati, warga setempat, menceritakan bahwa ia tiba-tiba didatangi oleh dua orang pria ketika hendak meninggalkan lokasi belanja.

Kedua pria itu mengklaim sebagai petugas dari pihak leasing yang mencari sepeda motor dengan tunggakan pembayaran.

​"Pada saat itu sudah ada dua orang dekat motor, tiba-tiba nanya status motor menyebut dalam tunggakan. Saya bersikukuh tidak menyerahkan motor karena identitas mereka tidak jelas," ungkap Rima, Selasa (25/11/2025).

​Kondisi berubah menjadi intimidatif ketika jumlah pelaku bertambah menjadi empat orang. Rima yang seorang diri dan merasa terpojok di area keramaian mengaku ketakutan.

​"Secara pribadi saya takut juga, saya perempuan dikerumuni empat laki-laki, ada yang badannya besar dan bertato," ungkapnya.

Minta Polisi Bertindak

Kecurigaan korban semakin besar karena dokumen dan identitas kendaraan yang disebutkan oleh para penagih tidak sesuai dengan motor yang ia miliki dan gunakan.

​"Saya makin curiga, kenapa yang diomongkan beda dengan yang saya pakai," tambahnya.

​Melihat modus operasi yang semakin berani menyasar area keramaian dan mengintimidasi kaum perempuan, Rima Melati mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan pencegahan dan penindakan.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan membahayakan warga lain.

​"Kita berharap Polisi bisa bertindak tegas. Gimana kalau ini menimpa orang lain juga yang tidak tahu apa-apa," imbuhnya.