Kecelakaan Maut Motor vs Truk Boks di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, 1 Siswa SMA Meninggal Dunia

Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis menimpa dua pelajar SMA di Jalan Raya Nasional Bogor-Sukabumi, tepatnya di Kampung Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Dalam insiden ini, satu pelajar meninggal dunia.

Diterbitkan 20 November 2025, 01:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis menimpa dua siswa SMA di Jalan Raya Nasional Bogor-Sukabumi, tepatnya di Kampung Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (19/11/2025). Insiden kecelakaan ini mengakibatkan satu dari dua siswa tersebut meninggal dunia.

Kedua korban adalah Ridwan dan Niko, siswa kelas X SMA Islam Rahmatullah, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka di Kampung Cikukulu, Parungkuda.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda Wangsit Wibowo menjelaskan, kecelakaan lalu lintas tersebut bermula ketika kendaraan Mitsubishi Fuso colt diesel box bernopol B 9043 ERU yang dikemudikan NS melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi dengan kecepatan tinggi.

“Sesampainya di tempat kejadian melintasi jalan lurus menurun, dalam kondisi basah dan cuaca hujan diduga melakukan pengereman sehingga hilang kendali ke kanan jalan melewati garis marka jalan,” terang Ipda Wangsit, Rabu (19/11/2025).

Di saat yang bersamaan dari arah berlawanan melaju Kendaraan sepeda motor Honda Beat nopol F 3813 UCP yang dikendarai MR. 

“Baik pengemudi motor maupun penumpangnya tidak menggunakan helm saat berkendara. Dikarenakan jarak sudah terlalu dekat maka kecelakaan lalu lintas tersebut tidak dapat terhindarkan lagi,” jelasnya. 

Lanjut dia, akibatnya pengendara dan penumpang Kendaraan sepeda motor Honda Beat nopol F 3813 UCP terperosok ke selokan sebelah kiri.

“Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor Honda Beat nopol F 3813 UCP yang dikemudikan oleh MR mengalami meninggal dunia, cidera kepala berat, lecet dibagian tangan,” tutupnya.

 

 

Kata Kepala Sekolah

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Islam Rahmatullah, Iyus, membenarkan kejadian ini setelah menerima kabar dari warga.

"Awalnya saya diberitahu oleh warga (ada telepon), bahwa ada siswa yang terlibat kecelakaan lalu-lintas di Bojongkokosan, saya langsung melihat ke lokasi, setibanya di lokasi bahwa korban sudah di bawa ke rumah sakit. Korban bernama Ridwan dan Niko," kata Iyus. 

Menurut Iyus, kedua korban sering pulang sekolah bersama-sama karena rumah mereka berdekatan. 

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah secara rutin telah memberikan himbauan keselamatan, termasuk kewajiban menggunakan helm bagi siswa yang membawa motor, dan larangan membawa kendaraan bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah.

"Korban rumahnya berdekatan, setiap pulang sekolah selalu barengan. Saya sering sekali menghimbau kepada para siswa-siswi yang membawa motor ke sekolah agar selalu menggunakan helm, dan apabila rumah yang dekat dengan sekolah tidak diperbolehkan untuk membawa motor," tuturnya.