Tim Penyusun Undang Khofifah dan Kapolda Jatim Bahas KEK Tembakau Madura

Subairi mengatakan, inisiatif KEK Tembakau Madura bukanlah proyek elitis, melainkan wadah pengakuan terhadap kekuatan ekonomi rakyat Madura yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.

Diterbitkan 09 November 2025, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tim Penyusunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura akan mengundang sejumlah tokoh penting Jawa Timur dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura”.

Acara akan digelar di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa, 11 November 2025.

Sejumlah tokoh yang diundang dalam FGD ini antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Akhmad Muzakki, serta para akademisi dan pemangku kepentingan di bidang ekonomi rakyat.

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan intelektual yang berpihak pada rakyat, dengan menjembatani hasil riset akademik dan arah kebijakan publik yang konkret.

“KAMURA (Komunitas Muda Madura) saat ini sedang menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura. Sebelumnya kami telah melakukan riset lapangan di empat kabupaten, mewawancarai petani, pelaku pabrik rokok rakyat, dan pemangku kebijakan,” ujar Subairi di Surabaya.

Menurutnya, inisiatif KEK Tembakau Madura bukanlah proyek elitis, melainkan wadah pengakuan terhadap kekuatan ekonomi rakyat Madura yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.

“Hasil riset itu kami sampaikan dan diskusikan di forum ini. Tujuannya sederhana tapi penting: agar naskah akademik yang kami susun kuat secara moral, kokoh secara argumen, dan ditopang oleh data yang valid,” tambahnya.

Subairi juga menegaskan bahwa KAMURA bukan organisasi politik, melainkan komunitas cendekia muda Madura yang bergerak melalui jalur pengetahuan dan kebijakan publik.

“Kami berjuang dengan logos — dengan akal dan pengetahuan. Karena kebijakan yang lahir dari pengetahuan adalah bentuk tertinggi dari keadilan,” ucapnya.

 

Perjuangkan Ekonomi Daerah

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, Alwan Naufal Bariq, menyebut kerja sama antara DEMA UINSA dan KAMURA menjadi bagian dari perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan nasib petani tembakau dan ekonomi rakyat melalui pendekatan akademik.

“Kami di UINSA percaya bahwa perjuangan akademik harus punya arah moral, membela rakyat kecil dan memperjuangkan kemajuan ekonomi daerah. Kolaborasi dengan KAMURA ini adalah wujud komitmen kami untuk membela petani lewat riset, diskusi, dan gagasan kebijakan yang konkret,” ujar Bariq.

Ia menambahkan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam isu-isu sosial ekonomi, tetapi turut aktif menghadirkan solusi berbasis pengetahuan.

“Kami ingin agar mahasiswa menjadi bagian dari solusi: menghadirkan nalar akademik dalam perjuangan ekonomi rakyat Madura dan Jawa Timur,” tegasnya.