Anak 7 Tahun Temukan Ibunya Tewas Usai Tenggak Pupuk Cair di Kupang

Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valentinus Beribe menuturkan korban awalnya ditemukan anaknya Erwin F. Banu. Bocah tujuh tahun ini memberitahukan kepada Ina Yakomina Fomeni (35) kalau ibunya (korban) sedang sakit.

Diterbitkan 08 November 2025, 23:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Margarita Sabneno (37), ibu rumah tangga di Dusun II, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, nekat mengakhiri hidupnya. Dia menenggak pupuk cair pada Kamis (6/11/2025) petang.

Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valentinus Beribe menuturkan korban awalnya ditemukan anaknya Erwin F. Banu. Bocah tujuh tahun ini memberitahukan kepada Ina Yakomina Fomeni (35) kalau ibunya (korban) sedang sakit.

Ina kemudian datang ke rumah korban dan melihat korban dalam posisi tertidur dan mulut berbusa.

"Anak korban sempat mengaku jika ibunya minum pupuk cair warna putih ukuran satu liter dengan mok warna orange," ujarnya, Sabtu, 8 November 2025.

Mendengar pengakuan anak korban, Ina langsung mencari kelapa merah di depan rumah jabatan kepala desa untuk pertolongan pertama.

Dia menyuruh korban minum air kelapa merah. Beberapa saat kemudian Ina menyuruh korban makan bubur dan minum air putih.

"Saksi sempat menawarkan agar korban dibawa ke Puskesmas, namun korban mengaku sudah mulai membaik. Ina kemudian kembali ke rumahnya," katanya.

Beberapa saat kemudian, Ina kembali mengecek keadaan korban dan mendapati korban sedang menahan sakit pada perut.

Ina menghubungi sopir pick up untuk membawa korban ke Puskesmas. Namun tiba-tiba korban kejang-kejang dan meninggal dunia.

Kerancuan Insektisida

Hasil pemeriksaan luar medis menunjukkan tanda-tanda keracunan, seperti nadi tidak teraba, wajah membengkak dan menghitam, serta konjungtiva dan bibir pucat kehitaman.

Korban dinyatakan meninggal dunia akibat keracunan insektisida jenis pupuk cair Bio Boost yang biasanya digunakan untuk tanaman dan hewan.

Polsek Amfoang Utara, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut motif kematian korban.

"Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi," tandasnya.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.