Malam Mingguan di Semarang, Menyusuri Kota Lama Hingga Kulineran di Simpang Lima

Kota Lama masih menjadi destinasi wisata utama bagi para pelancong di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Matahari baru saja tenggelam ketika langkah kaki disambut deretan bangunan klasik bergaya Eropa di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Lampu-lampu mulai menyala menerangi gedung-gedung tua yang masih kokoh itu.

Ketika Liputan6.com menyusuri Kota Lama, kebetulan hari itu akhir pekan, Kota Lama cukup ramai, para wisatawan terlihat mengabadikan momen bersama orang-orang tersayang dengan berswafoto diiringi musik dari pengamen jalanan.

Di Kota Lama, waktu seperti berjalan lebih lambat. Beberapa bangunan tua bekas kantor dagang Belanda kini disulap menjadi kafe, galeri seni, atau ruang kreatif.

Salah seorang pengunjung Kota Lama Semarang, Ervina Dwi Lestari (24) mengatakan dirinya sudah beberapa kali ke Kota Lama namun tak pernah merasa bosan.

“Iya kalau main ke Semarang ya Kota Lama salah satu destinasi favorit, di sini banyak spot foto dan juga suasananya menarik,” katanya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya berkunjung pada sore hingga malam hari lebih nyaman, karena cuaca yang tidak terlalu panas, lampu-lampu Kota Lama juga menambah suasana lebih hidup di Kawasan Cagar Budaya Nasional ini.

Ngopi di Tengah Kota Lama Semarang

Di tengah Kawasan Kota Lama Semarang, satu tempat nongkrong menarik perhatian Liputan6.com. Namanya The Rusty Cab, mereka berjualan kopi dan minuman lainnya menggunakan mobil.

Di sekitar mobil disediakan sejumlah tempat duduk. Tempat ini menjadi spot tersendiri setelah sudah cukup lama menyusuri Kota Lama.

Nongkrong sambil menikmati lampu-lampu temaram di Kota Lama di lokasi ini terasa tenang, cozy dan jauh dari hiruk pikuk kota serta rutinitas harian.

Melipir ke Simpang Lima

Setelah berkeliling di Kota Lama, tak lengkap jika tidak menyempatkan ke Simpang Lima Semarang untuk berburu kuliner. Kawasan ini adalah pusat kehidupan kota, tempat di mana warga Semarang bertemu, bersantai, dan menikmati malam.

Saat malam hari pedagang kaki lima bermunculan, dan aroma makanan menggoda udara kota. Di Simpang Lima Anda bisa menemukan kuliner khas seperti nasi ayam Semarang, tahu gimbal, atau sate kere.

Bagi sebagian orang, Simpang Lima bukan sekadar tempat nongkrong, tapi ruang sosial yang menyatukan semua lapisan warga. Dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan, semua berbaur tanpa jarak.