Polisi di NTT Curi 9 Senpi dari Gudang Senjata, Dua Ditemukan di Bali

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan senpi-senpi tersebut diduga dicuri sejak 2017 lalu oleh seorang oknum anggota Polda NTT.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkap kasus dugaan pencurian sembilan pucuk senjata api (senpi) dari gudang penyimpanan senjata oleh seorang oknum anggota Polri. Dari penelusuran, senjata api curian itu ada yang ditemukan di Bali.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan senpi-senpi tersebut diduga dicuri sejak 2017 lalu oleh seorang oknum anggota Polda NTT.

Meski demikian, Henry belum merinci jenis senjata api yang dicuri dan identitas dari oknum anggota Polda NTT pelaku pencurian senjata api tersebut.

"Total ada sembilan pucuk yang disalahgunakan atau digelapkan dari gudang senjata", kata Henry melalui keterangan tertulis, Selasa (21/10/2025).

Dia menjelaskan pengungkapan hilangnya sembilan senjata api dari gudang tersebut berawal dari perintah dan arahan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko untuk melakukan analisis dan evaluasi pengelolaan senjata api di seluruh satuan kerja wilayah hukum Polda NTT pada awal Oktober lalu.

Dari hasil pemeriksaan dan pengecekan yang dipimpin Kepala Biro Logistik (Karolog), Kombes Pol Aldinan Manurung dan Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda NTT, AKBP Muhammad Andra Wardhana, ditemukan ada sembilan pucuk senjata api yang hilang.

"Ini berawal dari arahan strategis Kapolda NTT melalui Petunjuk dan Arahan (Jukrah) terkait Analisis dan Evaluasi (Anev) pengelolaan senjata api, yang ditujukan kepada seluruh satuan kerja (satker) dan satuan wilayah (satwil) di lingkungan Polda NTT," ujar Henry.

 

Bentuk Tim

Henry mengatakan setelah diketahui ada senpi yang hilang dari gudang senjata, Biro Logistik dan Bidang Propam pun membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan penelusuran senjata yang hilang. Hasilnya didapati ada oknum polisi yang melakukan penggelapan senjata api dari gudang senjata itu.

"Ditemukan di wilayah Bali dua pucuk senjata api dinas yang diidentifikasi milik Polda NTT," tutur Henry.

Temuan ini langsung dikembangkan oleh tim Bidang Propam Polda NTT, hingga akhirnya ditemukan tujuh pucuk senjata api tambahan yang berada di wilayah Polda NTT.

Dia menjelaskan, tim dari Propam Polda NTT juga telah menangkap dan mengamankan seorang oknum anggota Polda NTT yang diduga sebagai pelaku pencurian sembilan pucuk senjata api tersebut.

 

Pengawasan Internal

"Kami terus mengintensifkan pengawasan internal untuk memastikan setiap aset senjata api dikelola dengan akuntabilitas tinggi," tandasnya.

"Langkah ini tidak hanya mencegah potensi penyimpangan, tetapi juga memperkuat integritas institusi Polri secara keseluruhan," sambungnya.

Polda NTT berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik, serta memastikan bahwa setiap personel dan aset institusi berada dalam koridor hukum yang benar.