Hidup dalam Kemiskinan, Siswi SMA Pilih Gantung Diri di Kamar

Seorang siswi kelas XII SMA Negeri 1 Adonara, Desa Kolimasang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, berinisial MAPK (17) alias C ditemukan tewas tergantung di kamar rumah, Kamis 18 September 2025. 

Diperbarui 19 September 2025, 17:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, NTT - Seorang siswi kelas XII SMA Negeri 1 Adonara, Desa Kolimasang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, berinisial MAPK (17) alias C ditemukan tewas bunuh diri di kamar rumah, Kamis 18 September 2025. Jenazah MAPK awalnya ditemukan adiknya tergantung di kamar, sekitar pukul 08.00 wita.

"Adik korban hendak bangunkan dia (korban) ke sekolah. Saat pintu didorong, ternyata korban sudah tergantung, lehernya terikat pakai tali," ujar Thomas salah satu saksi.

Sebelum ditemukan tewas, korban terlihat sehat dan sempat makan malam bersama kakek dan adiknya. 

Ia mengungkapkan, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian diturunkan dan dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah. Saat ini, korban sudah disemayamkan di rumah duka di desa Kolimasang.

Misteri Motif Bunuh Diri

Sementara Kapolsek Adonara, Ipda Stefen Adolf Lindimara mengaku masih melakukan penyelidikan terkait motif dari peristiwa itu. "Soal motif masih dalam penyelidikan," ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan medis, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Tidak ada tanda kekerasan, korban murni bunuh diri," katanya. 

Ia mengatakan keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan saat ini jenazah korban sudah dimakamkan.

MAPK merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Selama ini ia dan adiknya hidup bersama kakeknya di desa Kolimasang.

Orang tua MAPK diketahui sudah berpisah. Ayahnya saat ini sedang merantau, sedangkan ibu mereka sudah menikah lagi dengan pria lain. Meski hidup dalam kesulitan, MAPK bersama adiknya tetap semangat bersekolah.

"Korban kelas XII SMA sedangkan adik laki-lakinya masih SD," kata tetangga korban. 

Semasa hidupnya, MAPK dikenal sebagai anak yang rajin. Saban hari, ia membantu kakeknya bekerja di kebun. Sepulang dari kebun, ia lalu memasak dan menyiapkan makanan untuk kakek dan adiknya. Kini, jenazah siswi SMA ini sudah disemayamkan. Duka mendalam menyelimuti keluarga dan teman-teman kelasnya di SMAN 1 Adonara.