Pesan Terakhir Encuy Preman Pensiun Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung

Polisi menyebut, Encuy Preman Pensiun meninggal dunia diduga karena bunuh diri, namun untuk membuktikan lebih lanjut kepastian penyebabnya perlu adanya autopsi tapi pihak keluarga keberatan.

Diperbarui 08 September 2025, 18:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Garut - Kasus kematian Nandi Juliawan alias Encuy Preman Pensiun yang tewas tergantung masih menjadi misteri, namun kesimpulan sementara dari pihak kepolisian menyebut, Encuy meninggal diduga karena bunuh diri. Satreskrim Polres Garut menyita barang bukti berupa sarung dan gantungan baju dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Yang diamankan sarung dan gantungan baju," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Senin (8/9/2025).

Joko juga menuturkan Tim Inafis Polres Garut sudah melakukan olah TKP setelah mendapatkan laporan dari warga ada orang yang tewas di dalam rumah dengan kondisi menggantung, Sabtu malam (6/9/2025).

Tim Inafis, kata dia, langsung memeriksa secara intensif yang disimpulkan sementara bahwa sosok laki-laki berusia 32 tahun itu tidak ditemukan adanya tindak kekerasan, melainkan meninggal dengan tanda-tanda akibat gantung diri.

"Enggak ada tanda-tanda kekerasan," kata Joko.

Ia menyampaikan kesimpulan sementara meninggal dunia karena bunuh diri, namun untuk membuktikan lebih lanjut kepastian penyebabnya perlu adanya autopsi tapi pihak keluarga keberatan untuk melakukan itu.

Kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga almarhum untuk mendapatkan informasi lebih banyak seperti ada atau tidak pesan terakhir sebelum meninggal.

"Sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Sebelumnya, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya sepulang kerja di wilayah Garut Kota pada Sabtu (6/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Saksi melihat suaminya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung di sebelah tangga di dalam rumahnya dengan kondisi memakai pakaian lengkap.

 

Pesan Terakhir Encuy Preman Pensiun

Sebelum ditemukan tewas tergantung, Esa Lestari, istri dari Encuy Preman Pensiun mengungkap pesan terakhir suaminya. Lewat unggahan di Instagram resminya itu, sang istri mengatakan "Chat terakhir, komunikasi terakhir, jam 9 malem aku nunggu2 jmptan biasa aa jmpt ke warung plg kerja, a yaaAlloh aku bingung harus mulai hidup darimana."

"syg kalo aja ngmng apa masalah yg ada dihidup kmu, saking km syg aku sama gendis sampe gamau melibatkan aku di masalah kamu," tulis Esa lagi.

Dari unggahan Insta Story sang istri huga disebutkan, Nandi meminta istrinya untuk memanggil sang ibu dating ke rumah karena Nandi merasakan sakit pada bagian dadanya.

"De ka simamah piwarang kabumi abi nyeri dada teu kuat (Dek, tolong Mamah suruh ke rumah, saya tidak kuat sakit dada)," ungkap Nandi seperti ditulis sang istri.

Chat tersebut menjadi obrolan terakhir keduanya, setelah itu tidak ada lagi obrolan. Sang istri merasa ada yang aneh saat Encuy tidak kunjung tiba menjemputnya di tempat jualan cireng. Hingga dirinya men

Dari unggahan tersebut diketahui, pada hari itu, Esa sendiri mulai merasa janggal dengan Encuy, karena Encuy tak kunjung menjemputnya di tempat usaha jualan cireng milik mereka berdua, di wilayah Garut Kota pada malam harinya. Hingga akhirnya, Esa menemukan sang suami sudah tewas dalam keadaan tergantung di dalam rumah. 

 

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.