Ratusan Siswa di Dua Sekolah Lampung Keracunan MBG, Gara-Garanya Air Dapur Tercemar Bakteri Berbahaya

Sebanyak 247 siswa di dua sekolah di Bandar Lampung mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Diperbarui 03 September 2025, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 247 siswa di dua sekolah di Bandar Lampung mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung menemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) dalam air bersih yang digunakan dapur penyedia MBG Tirtayasa.

Dapur tersebut diketahui menyalurkan makanan ke SDN 2 Sukabumi dan SMPN 31 Bandar Lampung. Kedua sekolah itu menjadi lokasi puluhan siswa sempat jatuh sakit setelah makan siang bersama.

Kepala Diskes Kota Bandar Lampung, Muhtadi A Tumenggung mengatakan, inspeksi dilakukan setelah laporan keracunan massal pada Jumat (29/8/2025). Muhtadi bilang, dari hasil pemeriksaan menunjukkan standar kebersihan dapur tidak terpenuhi.

“Ruang penyimpanan dan area pengolahan makanan tidak memenuhi syarat higienitas. Bahkan, uji awal air bersih yang digunakan untuk memasak terkontaminasi E.coli,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Aktivitas Dapur Dihentikan Sementara

Muhtadi menyebut, temuan itu langsung dilaporkan ke Ketua SPPG (Sekolah Penyedia Program Gizi). Pihak penyedia memutuskan menghentikan sementara aktivitas dapur hingga dilakukan perbaikan sanitasi dan sterilisasi.

Meski uji awal positif E.coli, Diskes masih menunggu hasil laboratorium resmi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan sumber utama pencemaran.

“Kami sudah memberikan rekomendasi agar sanitasi diperbaiki dan standar keamanan pangan dipenuhi. Untuk kepastian lebih detail, masih menunggu hasil BPOM,” terang dia.

12 Siswa Dirawat Inap

Dinkes mencatat, dari total 247 siswa keracunan MBG, 12 orang di antaranya sempat dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Ratusan siswa lainnya menjalani rawat jalan dengan keluhan mual, muntah, dan pusing.

“Alhamdulillah, kondisi anak-anak yang dirawat sudah semakin membaik. Sementara yang rawat jalan tetap dipantau Puskesmas Campang bersama pihak sekolah,” katanya.

Dia menegaskan, seluruh siswa mendapat penanganan medis secara gratis. Bahkan bagi siswa yang tidak memiliki BPJS, biaya pengobatan ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Saat itu juga langsung ditangani medis di fasilitas kesehatan milik Pemkot,” ujarnya.