Kericuhan Makassar Makan Korban, Ini Janji Kapolda Sulsel

Kapolda Sulsel menegaskan akan mengusut tuntas kelompok massa misterius penyebab kericuhan Makassar yang menelan korban jiwa dan meminta dukungan semua pihak agar penegakan hukum berjalan tegas.

OlehFauzan
Diterbitkan 01 September 2025, 07:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mulai bergerak untuk mengusut siapa kelompok massa misterius yang melakukan kerusuhan hingga pembakaran di sejumlah titik vital di Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025).

Dalam demo yang berujung ricuh tersebut, Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan hangus dilalap api. Tak hanya itu, 71 mobil dan 16 motor juga dilaporkan hangus.

Selain itu, 4 nyawa melayang, yakni Rusdamdiansyah, Muhammad Akbar Basri, Saiful Akbar, dan Sarinawati.

“Yang terjadi kemarin, saya atas nama negara, saya akan berbuat. Pihak-pihak yang berada di sana, yang mengakibatkan saudara saya meregang nyawa, saya akan usut,” tegas Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono dalam kegiatan Deklarasi Damai yang digelar di Makodam XIV Hasanuddin, Minggu (31/8/2025).

Dia pun meminta dukungan seluruh pihak yang hadir, terutama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kodam XIV Hasanuddin.

“Saya mohon dukungan Bapak-Ibu sekalian. Kita sepakat ini sudah melanggar hukum, saya mohon dukungan,” ucapnya.

 

Minta Dilihat Hasil Kerjanya

Saat ditanya terkait hasil identifikasi dini tentang siapa massa perusuh yang melakukan aksi hingga membuat Jumat malam di Kota Makassar menjadi mencekam, Rusdi hanya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengungkap semuanya hingga tuntas.

“Anda lihat saja nanti hasil dari kerja kami,” ucapnya dengan nada penegasan.

Tak Terlihat Ada Pihak Polisi

Sebelumnya, pantauan Liputan6.com, aparat kepolisian berseragam lengkap tak terlihat sama sekali di lokasi kerusuhan. Padahal, kerusuhan itu berlangsung berjam-jam, dari Jumat malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Padahal, awalnya suasana di Makassar masih berjalan damai. Aksi solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas mobil baracuda Brimob Polri, digelar di sejumlah titik sejak Jumat siang. Massa berkumpul di depan kampus Unhas, UMI, Unibos, UNM, Unismuh, dan beberapa lokasi lainnya.

Namun, situasi berubah drastis ketika malam menjelang. Sekitar pukul 20.30 Wita, sekelompok massa misterius membakar Pos Polantas di pertigaan Jalan AP Pettarani–Jalan Sultan Alauddin.

Tak berhenti di situ, amukan massa menjalar cepat. Dalam waktu nyaris bersamaan, Kantor DPRD Kota Makassar digeruduk. Pagar dirusak, enam motor diseret ke jalan lalu dibakar. Api membubung tinggi, menandai awal dari malam penuh teror.

Kerusuhan terus meluas. Sejumlah orang melakukan penjarahan, puluhan mobil di area DPRD dibakar, bahkan bom molotov dilempar ke dalam gedung. Api pun melalap seluruh bangunan DPRD Kota Makassar sekitar pukul 22.50 WITA.

Belum reda, titik panas lain kembali muncul. Di kawasan Fly Over Makassar, dua mobil dibakar di area Kejati Sulsel. Sekitar pukul 23.30 WITA, giliran Pos Polantas di bawah Fly Over ikut dilalap api.

Gelombang kerusuhan semakin tak terkendali. Massa bergerak ke Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, merusak pagar utama, lalu membakar gedung tersebut hingga api berkobar hebat pada Sabtu (30/8/2025) pukul 00.30 WITA.

  • Makassar adalah kota yang terletak di Kepulauan Sulawesi.
    Makassar adalah kota yang terletak di Kepulauan Sulawesi.
    Makassar
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • kapolda sulsel