Dokter Ungkap Ukuran Cacing Gelang di Organ Pencernaan Bocah Raya

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Dokter Irfanugraha Triputra mengungkapkan kondisi pencernaan Raya. Menurutnya, infeksi cacing gelang (ascaris) yang dialami Raya sudah sangat parah.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 14:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Raya, anak perempuan berusia tiga tahun, Raya, asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia karena infeksi cacing gelang.

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Dokter Irfanugraha Triputra mengungkapkan kondisi pencernaan Raya. Menurutnya, infeksi cacing gelang (ascaris) yang dialami Raya sudah sangat parah. Bahkan cacing sudah menyebar ke organ vital, seperti paru-paru dan otak.

Sementara itu, cacing yang keluar dari hidung menandakan bahwa cacing sudah menjalar hingga saluran pernapasan atau saluran pencernaan bagian atas.

"Ini cenderung terlambat. Cacingnya sudah banyak sekali di dalam pencernaan dan sudah berukuran besar-besar," kata Irfanugraha kepada wartawan, Rabu (20/8).

Kondisi ini membuat penanganan medis menjadi sangat sulit. Raya mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB, tepat sembilan hari masa perawatan.

Masuk RS Tidak Sadarkan Diri

Irfanugraha menjelaskan, Raya tiba di IGD RSUD R Syamsudin SH pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Dia dibawa menggunakan ambulans oleh keluarga dan tim relawan Rumah Teduh.

“Menurut pihak keluarga, sehari sebelumnya Raya hanya mengalami gejala demam, batuk, dan pilek,” ujar Irfanugraha.

Orang tua Raya juga sedang menjalani pengobatan TBC, sehingga dokter awalnya menduga ketidaksadaran Raya disebabkan oleh meningitis TB, sebuah komplikasi dari TBC paru.

Namun, dugaan awal berubah saat dokter melihat cacing keluar dari hidung Raya selama observasi di IGD.

"Kemungkinan tidak sadarnya ada dua, antara faktor TBC atau karena infeksi cacing," jelas Irfan.

Selain tidak sadarkan diri, kondisi vital Raya juga tidak stabil, terutama tekanan darahnya. Setelah penanganan awal untuk menstabilkan kondisi, Raya segera dirawat di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) setelah dikonsultasikan dengan spesialis anak.