Terungkap Prada Lucky Sempat Kabur ke Ibu Angkat usai Dianiaya, Dijemput Senior Lalu Disiksa Lagi di Barak

Ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Sepriana Paulina Mirpey mengungkapkan kondisi anaknya sebelum tewas.

Diperbarui 09 Agustus 2025, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Sepriana Paulina Mirpey mengungkapkan kondisi anaknya sebelum tewas. Prada Lucky sempat meminta ibu angkatnya mengobati luka-luka sang anak diduga dianiaya seniornya.

Sepriana mengatakan, Prada Lucky bercerita tubuhnya dicambuk dan disiksa. Karena kesakitan, Prada Lucky melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah ibu angkatnya. Di sana, luka-luka di tubuhnya dirawat seadanya dengan minyak dan kompres air dingin.

"Dia lari ke bawah ke mama angkatnya, badannya hancur semua. Dari tangan, kaki, belakang," tuturnya pilu.

Lucky juga sempat menelepon ibunya menggunakan handphone milik ibu angkatnya. Usai menelepon ibunya, beberapa anggota TNI datang menjemputnya kembali ke barak. Di situlah Lucky kembali disiksa.

Sepriana bercerita, Prada Lucky mengungkapkan sosok yang menganiaya di antaranya Bamak (Badan Pembinaan Hukum Militer) dan Dasintel (Komando Daerah Intelijen). Namun, Lucky tak sempat menyebut nama pelaku secara spesifik.

"Mama saya dipukul, dipukul sama Bamak, Dasintel, dan senior-senior lainnya," ujar Sepriana dengan suara bergetar.

Kondisi Prada Lucky Sebelum Tewas

Beberapa hari sebelum dinyatakan meninggal, Prada Lucky hanya terbaring lemah, tak sadarkan diri. Luka-luka membuat tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun.

Di tengah kondisi putranya yang kritis, sang ibu, Sepriana akhirnya tiba. Dia mendekat, memeluk tubuh anaknya yang penuh memar, dan membisikkan kata-kata penuh cinta.

"Saat saya tiba, Lucky sudah tidak sadar, tapi saat dengar suara saya dia langsung meronta," ungkapnya.

Dia berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan transparan. "Pelaku harus dihukum mati," tegasnya.

24 Anggota TNI Diperiksa

Sebanyak 24 anggota TNI diperiksa dalam kasus meninggalnya prajurit TNI AD di Nusa Tenggara Timur bernama Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga dianiaya seniornya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana mengatakan mereka yang diperiksa adalah terduga pelaku penganiayaan dan saksi atas meninggalnya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril saat bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hingga saat ini, ada lebih dari 24 orang yang sedang diperiksa, baik sebagai terduga pelaku maupun saksi. Semua dimintai keterangan dalam proses pemeriksaan ini," kata Wahyu saat ditemui di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat dilansir Antara, Jumat (8/8/2025).

Saat ini, kata Kadispenad, semua terduga pelaku penganiayaan Prada Lucky dan saksi dalam kasus yang terjadi di salah satu satuan di bawah Kodam IX/Udayana itu tengah diperiksa intensif oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kupang, NTT.