Banjir Landa 3 Titik di Kota Sukabumi, Tumpukan Sampah Disebut Jadi Pemicu Utama

Hujan lebat menyebabkan genangan air setinggi lutut orang dewasa di beberapa ruas jalan. BPBD Kota Sukabumi menegaskan bahwa tumpukan sampah adalah pemicu utama.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 19:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Senin (4/8/2025) sore memicu banjir limpasan di sejumlah area. Genangan setinggi sekitar 50 sentimeter melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Arif Rahman Hakim, tepat di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), dan Jalan Dewi Sartika di belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi.

Akibatnya, sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan, bahkan ada yang memilih berputar arah untuk menghindari genangan air yang cukup tinggi.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rachmat, genangan air tersebut berasal dari limpasan akibat saluran yang tersumbat.

"Saluran air di depan kantor Dishub sebenarnya sudah dilengkapi pengaman banjir, tetapi kondisinya kurang terawat. Akibatnya, sampah menyumbat area pembuangan dan menyebabkan limpasan," terang Novian dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).

Selain di depan Dishub, banjir limpasan juga merendam Jalan Prana dan area belakang Pemerintah Kota Sukabumi. Padahal, kawasan ini sebelumnya dikenal aman dari banjir. 

 

Meningkatnya Aktivitas PKL

Novian menduga, perubahan ini terjadi sejak meningkatnya aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Lokasi itu biasanya tidak pernah banjir. Namun, sekarang ada limpasan karena saluran dari jalan ke drainase tertutup sampah. Banyak sampah bekas jajanan dari PKL yang dibuang sembarangan," ungkapnya.

BPBD memastikan bahwa semua genangan di tiga lokasi tersebut memiliki satu penyebab yang sama, yaitu penyumbatan saluran air oleh sampah.

"Penyebab utama semua banjir limpasan ini adalah sampah yang menyumbat. Kami menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air," tuturnya.

 

Rugikan Banyak Pihak

Novian mengingatkan bahwa jika saluran air tersumbat, banjir akan merugikan banyak pihak. "Banyak yang dirugikan kalau sudah terjadi banjir limpasan seperti ini. Karena itu, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas dia.

Hingga laporan terakhir, genangan air sudah mulai surut setelah petugas melakukan pembersihan. BPBD tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat kembali memicu banjir serupa.