Kemensos Klaim Sekolah Rakyat Tak Ganggu Aktivitas SLBN A Pajajaran Bandung

Kemensos mengeklaim keberadaan Sekolah Rakyat tidak mengganggu aktivitas SLBN A Pajajaran meski berada dalam satu kompleks.

Diterbitkan 19 Juli 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Kementerian Sosial (Kemensos) mengeklaim keberadaan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung tidak mengganggu aktivitas Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran.

Sebagaimana diketahui, dua sekolah tersebut berada dalam satu kompleks di Sentra Wyataguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat. Adapun Sekolah Rakyat tersebut memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 14 Juli 2025.

"Gedung Sekolah Rakyat menggunakan bangunan terpisah. Bahkan saat ini lebih nyaman karena sudah selesai renovasi," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo dalam keterangan tertulis pada Rabu, 16 Juli 2025.

Supomo menjelaskan, gedung SLB itu berada di area Sentra Wyataguna yang merupakan milik Kemensos. Dia pun meyakini kehadiran Sekolah Rakyat tidak mengurangi kenyamanan para pelajar SLB.

Sebelumnya, pada Mei 2025 lalu, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan para siswa SLBN A Pajajaran mengaku cemas karena bangunan sekolah mereka dibongkar untuk dialihfungsikan menjadi Sekolah Rakyat.

Dalam video, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto agar tidak menggusur bangunan sekolah.

"Kami mendukung Sekolah Rakyat, tapi jangan usir kami, tempat belajar anak kami, tapi jangan hancurkan masa depan kami, tapi jangan bongkar sekolah kami, kami ingin anak kami belajar berkarya dan bermain di tempat ini," kata para siswa dan tenaga pengajar dalam video tersebut.

Terkait itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada pengusiran terhadap para siswa SLBN A Pajajaran.

Adapun pembongkaran bangunan sekolah, kata Dedi, bukan untuk tujuan penggusuran melainkan hanya direnovasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

"SLB itu ada alokasi anggaran dari Kementerian PU, kemudian dibangun Sekolah Rakyat. Setelah pembangunan itu, teman-teman SLB tetap di situ bersama-sama," ucap Dedi.

 

Penulis: Arby Salim