Badan Geologi Sebut Gempa Bumi Intraslab Terjadi di Barat Laut Jailolo Halmahera Selatan

Wilayah di sekitar pusat gempa tergolong ke dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi rendah sampai tinggi.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan gempa bumi berkekuatan M5,3 pada kedalaman 30 km di laut sekitar 107 km ke arah Baratlaut dari Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Senin (14/7/2025) pukul 12.39 WIB akibat adanya intraslab.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid, berdasarkan parameter sumber gempa bumi dijelaskan kejadian gempa bumi tersebut disebabkan oleh patahan naik berarah Baratlaut – Tenggara pada Lempeng Laut Maluku yang menunjam ke bawah Lempeng Halmahera.

"Gempa bumi ini dirasakan di Ternate Utara dengan intensitas MMI II – III. Sementara itu, hingga laporan ini dibuat belum ada informasi terkait korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini," ujar Wafid ditulis Bandung, Selasa (15/7/2025).

Wafid menjelaskan wilayah di sekitar pusat gempa tergolong ke dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi rendah sampai tinggi.

Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena tidak menyebabkan deformasi signifikan di permukaan dasar laut.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," kata Wafid.

Wafid menambahkan masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi. Masyarakat juga diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.

Wafid meminta usai terjadinya gema bumi, masyarakat menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.

"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran," ungkap Wafid.

Untuk bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.

 

Kajian Teknis Gempa Bumi

Wafid menerangkan pusat gempa bumi berada di laut dengan morfologi pulau-pulau di sekitarnya yang bervariasi, yaitu mulai dari dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, pegunungan, hingga gunungapi.

Wilayah tersebut tersusun atas aneka ragam jenis batuan dan umur, yaitu batuan ultramafik, malihan, dan karbonat berumur Pratersier.

"Ditambah batuan sedimen, vulkanik, dan karbonat berumur Tersier serta batuan vulkanik, karbonat, dan endapan berumur Kuarter," tutur Wafid.

Untuk kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.

Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.

"Wilayah di sekitar pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah kelas B (batuan), kelas C (batuan lunak atau tanah sangat padat), kelas D (tanah sedang), dan kelas E (tanah lunak)," terang Wafid.

Kejadian gempa bumi tersebut terekam pula oleh dua stasiun geologi luar negeri. Menurut informasi dari The United States Geological Survei (USGS) di Amerika Serikat, pusat gempa berada pada koordinat 1,336°LU – 126,502°BT, dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 47,1 km.

Dari data GeoForschungsZentrum (GFZ) di Jerman, menunjukan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 1,31°LU – 126,54°BT, dengan magnitudo M5,21 pada kedalaman 10 km.

 

Antisipasi Gempa Bumi

Dilansir Liputan6, Jika Anda berada dalam situasi guncangan akibat gempa, berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi:

Sebelum Terjadi Gempa:

•⁠ ⁠Untuk memastikan keamanan tempat tinggal Anda, pastikan bahwa struktur dan letak rumahdapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi ulang terhadap struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

•⁠ ⁠Penting untuk mengenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

•⁠ ⁠Mempelajari manfaat P3K dan alat pemadam kebakaran.

•⁠ ⁠Pastikan selalu menyiapkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

•⁠ ⁠Atur perabotan di rumah Anda agar menempel kuat pada dinding. Hal itu disarankan agar benda tersebut tak mudah jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.

•⁠⁠Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa terjadi

•Untuk barang yang mudah terbakar, baiknya disimpan pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

•⁠ ⁠Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

•⁠ ⁠Pastikan Anda selalu siap dengan alat-alat penting seperti Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

 

Saat Terjadi Gempa

Saat Terjadi Gempa:

•⁠ ⁠Ketika Anda merasakan gempa dan sedang berada dalam bangunan, lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan. Jika memungkinkan, lari ke luar gedung untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.

•⁠ ⁠Jika berada di luar bangunan atau area terbuka, hindari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, dan pohon. Perhatikan juga tempat Anda berdiri, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

•⁠ ⁠Jika gempa terjadi ketika Anda sedang mengendarai mobil, segera keluar, turun dan menjauh dari mobil. Hindari juga kendaraan Anda jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

•⁠ ⁠Jika gempa terjadi ketika Anda berada di area pantai, jauhi pantai dan cari medan yang tinggi untuk menghindari bahaya tsunami.

•⁠ ⁠Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

•⁠ ⁠Jika gempa terjadi ketika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Tidak disarankan untuk keluar melalui tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau orang disekitar Anda.

•⁠ ⁠Setelah terjadi gempa, segera periksa lingkungan sekitar Anda. Pastikan tidak terjadi kebakaran. Selain itu, disarankan juga untuk memeriksa aliran dan pipa air, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.

•⁠ ⁠Hindari bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

•⁠ ⁠Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, guna menghindari bahaya susulan.

•⁠ ⁠Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio untuk mencari informasi apabila terjadi gempa susulan. Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak diketahui jelas sumbernya.

•⁠ ⁠Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

•⁠ ⁠Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.