Gunung Semeru Erupsi: Kolom Abu Teramati Setinggi 700 Meter

Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada Jumat pagi (11/7/2025). Tinggi letusan kali ini mencapai 700 meter di atas puncak.

Diterbitkan 11 Juli 2025, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada Jumat pagi (11/7/2025). Tinggi letusan kali ini mencapai 700 meter di atas puncak.

Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, Kolom abu Gunung Semeru teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 22mm dan durasi 126 detik. "Gunung Semeru erupsi pada pukul 06.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),’’ujarnya Jumat (11/7/2025).

Kata dia, untuk aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini masih di dominasi gempa letusan setiap harinya. Ia menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada atau level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak. "Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Yadi.

Ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.