Inovasi UMY: MyMarbot 2.0 Dorong Transformasi Digital Masjid

Pengelolaan masjid kini memasuki babak baru melalui kehadiran “MyMarbot 2.0”, sebuah sistem manajemen masjid berbasis digital yang dikembangkan tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Diterbitkan 13 Juli 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta Tim dosen lintas disiplin UMY, mengembangkan inovasi pengelolaan masjid secara digital dengan MyMarbot 2.0 yang dapat untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola masjid. Linda Kusumastuti Wardana, Dosen Pelaksana Program mengatakan MyMarbot 2.0 ini sebelumnya sudah diujicobakan di Masjid Babussalam, Sedayu, Bantul dan mengidentifikasi berbagai tantangan dan kebutuhan pengurus masjid.

Tim dosen yang terlibat yakni Linda Kusumastuti (Akuntansi Syariah), Tony K. Hariadi, dan Mega Hidayati, serta didukung oleh Lazismu UMY dan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat. Tim merumuskan sejumlah fitur penting seperti pencatatan donasi digital, pelaporan keuangan real-time, pemantauan perkembangan santri, serta sistem pengingat kegiatan keagamaan.

“Pilot project sebelumnya menunjukkan antusiasme tinggi dari mitra. Mereka mengusulkan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Inilah yang menjadi dasar pengembangan MyMarbot 2.0,” ujar Linda Kusumastuti Wardana, Dosen Pelaksana Program, Kamis 10 Juli 2025.

 

Pengurus masjid dapat menggunakan MyMarbot 2.0, untuk mengakses berbagai fitur, antara lain pelaporan keuangan secara digital dan real-time, pemantauan perkembangan santri oleh wali murid, pencatatan donasi dan kehadiran jamaah, pengingat kegiatan rutin, evaluasi dan pelatihan berbasis prinsip good governance. Ia mengatakan rencananya akan memperluas sistem ini ke 20 masjid lain di Kecamatan Sedayu, dengan target keterlibatan minimal 50 pengurus masjid.

Tim pelaksana juga tengah menyiapkan pengembangan fitur lanjutan berdasarkan masukan pengguna, integrasi dengan sistem donasi digital dan reminder, serta kolaborasi lintas prodi dengan Teknologi Informasi UMY guna meningkatkan keamanan dan skalabilitas aplikasi. “Kami ingin MyMarbot 2.0 ini tidak hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi juga menjadi media dakwah modern dan sarana penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban,” lanjut Linda.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil survei dan evaluasi, tim mencatat adanya peningkatan persepsi kemudahan penggunaan dan tata kelola yang lebih baik di kalangan pengurus dan jamaah. Sistem MyMarbot 2.0 ini dinilai mempercepat proses pelaporan, meningkatkan kepercayaan jemaah, serta mempermudah komunikasi antara pengurus masjid dan masyarakat. “Program ini membuktikan bahwa kolaborasi multidisiplin dan penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi motor perubahan dalam tata kelola lembaga keagamaan berbasis komunitas,” ujar Linda.