Liputan6.com, Jakarta - Insiden pendaki gunung yang meninggal dunia akibat terjatuh saat mendaki, masih saja terus terjadi sepanjang tahun di jalur ekstrem Natas Angin, Pegunungan Muria, Kudus.
Salah satunya insiden meninggalnya Jovitas Diva Prabudawardani (21). Korban terjatuh ke jurang sedalam 500 meter di jalur Naga di Gunung Muria pada Rabu (25/6/2025) lalu.
Karena itu, sejumlah pihak pun menyuarakan keprihatinan mendalam terkait ketiadaan sistem pendakian yang aman dan terstruktur di kawasan Pegunungan Muria.
Advertisement
Rasa keprihatinan terkait insiden di jalur esktrem Natas Angin pun muncul dari Bupati Kudus, Samani Intakoris. Pihaknya tergerak meninjau Pos Pendakian Rahtawu, Kecamatan Gebog, Minggu (29/6/2025).
Kedatangan Samani kali ini merupakan respons cepat dan upaya Pemkab Kudus menjamin keselamatan para pendaki. Untuk mencegah insiden serupa terulang kembali, Samani meminta peningkatan pengelolaan jalur pendakian oleh Pemerintah Desa Rahtawu melalui BUMDes atau Karang Taruna desa setempat.
“Kami hadir ke Rahtawu sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan edukasi. Terutama kepada pemerintah desa melalui camat, agar setiap pendaki wajib melakukan registrasi dan memberikan identitas diri sebelum naik,” ujar Samani.
Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian. Di antaranya memperhatikan perlengkapan serta barang bawaan. Hal terpenting lainnya, yakni mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan lingkungan jalur pendakian.
“Jangan buang sampah sembarangan. Jika sampah tidak bisa terurai, pendaki harus bertanggung jawab membawanya turun. Warung-warung di atas juga kami imbau untuk mendukung pengelolaan sampah yang baik,” pinta Samani.
Pemkab Kudus mendorong pelatihan khusus bagi calon pemandu lokal jalur pendakian Pegunungan Muria. Kehadiran pemandu lokal agar bisa mendampingi pendaki dengan aman, terutama di jalur ekstrem seperti Jalur Naga.
“Pendaki sebaiknya memperhatikan batas usia dan kondisi fisik. Jalur Naga Natas Angin sangat ekstrem dan perlu persiapan khusus serta pendampingan,” jelasnya.
Tak ketinggalan, Samani juga mendesak agar dilakukan penambahan fasilitas pendukung penting lainnya. Meliputi papan peringatan, pos pengawasan.
“Bila perlu dilengkapi gelang GPS sebagai alat bantu apabila terjadi kasus pendaki tersesat, agar mempercepat proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR,” tandas orang nomor satu di Kabupaten Kudus ini.
Samani juga mengajak masyarakat dan para pendaki, untuk terus menjaga kelestarian Pegunungan Muria.
“Mari kita menikmati alam, dan jadikan Gunung Muria sebagai destinasi wisata yang aman, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata dia.
Simak Video Pilihan Ini:
Standar Pendakian Disorot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268167/original/081036400_1751222334-Pendaki_Gunung_Muria_2.jpg)
Tidak hanya Bupati Kudus yang prihatin minimnya sistem pengamanan bagi para pendaki di Gunung Muria. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus juga menyoroti tidak adanya sistem pengelolaan jalur pendakian di kawasan tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengakui, hingga saat ini memang belum ada basecamp resmi maupun sistem pengelolaan jalur pendakian di Pegunungan Muria.
“Pendaki bisa langsung naik tanpa registrasi, briefing keselamatan atau pencatatan identitas. Padahal, pendakian ke puncak seperti Natas Angin memiliki tantangan ekstrem yang tidak bisa dianggap remeh,” terang Munaji kepada Liputan6.com.
Munaji menyebut, selama ini tidak ada prosedur standar dalam mendaki di Pegunungan Muria melalui Pos Pendakian Rahtawu.
“Pendaki hanya dikenai biaya parkir di warung yang berada di sekitar pintu masuk Pos Rahtawu. Selain itu, tanpa ada penarikan retribusi resmi dan asuransi. Ini berbahaya jika terjadi hal-hal di luar dugaan,” ucap Munaji.
Insiden meninggalnya Jovita yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus ini, menjadi peringatan keras terkait pentingnya sistem keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pendakian.
“Apalagi Gunung Muria bukan sekadar objek wisata biasa. Namun gunung ini memiliki tujuh puncak dengan keindahan dan daya tarik yang kuat bagi para pendaki dari berbagai daerah,” papar Munaji.
Puncak-puncak Gunung Muria yang menjadi lokasi favorit para pendaki gunung, yakni Natas Angin di ketinggian 1.602 mdpl, Songolikur atau Puncak 29 dengan ketinggian 1.603 mdpl dan Argopiloso memilik tinggi 1.581 mdpl.
Lokasi pendakian favorit lainnya adalah Abiyoso, Argo Jembangan, Candi Angin hingga Termulus yang dikenal eksotis namun belum terjamah. Khususnya jalur Naga menuju Natas Angin yang menjadi lokasi jatuhnya korban, dikenal sebagai salah satu rute paling menantang.
Kawasan Gunung Muria yang membentang di tiga kabupaten—Kudus, Pati, dan Jepara—memiliki potensi wisata alam dan religi yang luar biasa.
Namun tanpa pengelolaan yang tepat, potensi itu bisa berubah menjadi ancaman. Minimnya kontrol pendakian bukan hanya berisiko terhadap keselamatan, tapi juga terhadap kelestarian lingkungan.
Arief Pramono
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268166/original/074585800_1751222334-Pendaki_Gunung_Muria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535450/original/037222500_1774011124-IMG_2579.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486094/original/086028400_1769574843-Kopi_alpukat_khas_Muria_Kudus.jpg)