Maju Pilkada Ulang Pangkalpinang, Noor Ishmatuddin Janjikan Kesejahteraan Guru dan Petugas Kebersihan

Salah satunya janji politiknya adalah merancang kebijakan peningkatan gaji untuk guru honorer dan petugas kebersihan di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Diperbarui 31 Juli 2025, 06:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon wakil wali kota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Kota Pangkalpinang, Noor Ishmatuddin menegaskan komitmennya untuk menyejahterakan tenaga kerja. Salah satunya janji politiknya adalah merancang kebijakan peningkatan gaji untuk guru honorer dan petugas kebersihan di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Dalam paparannya, Noor menyebutkan bahwa kedua profesi ini merupakan fondasi pelayanan publik yang selama ini kurang mendapat perhatian dari sisi kesejahteraan. Ia menilai bahwa kebijakan kenaikan gaji ini akan dimasukkan dalam prioritas belanja daerah tahun pertama masa pemerintahannya jika terpilih nanti.

“Kita tidak bisa bicara soal kualitas pendidikan dan kebersihan kota jika mereka yang menjalankan tugas pokok justru hidup dengan penghasilan yang tidak layak,” tegas Noor dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/6/2025).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan, masih terdapat ribuan guru honorer di Indonesia yang menerima gaji di bawah Rp1 juta per bulan. Di Pangkalpinang, laporan internal mencatat banyak petugas kebersihan lapangan yang hanya menerima honor Rp800 ribuhingga Rp1,2 juta, tanpa jaminan sosial yang memadai.

Noor menyampaikan bahwa program ini akan diiringi dengan reformasi sistem penggajian dan pemetaan ulang kebutuhan tenaga kerja kontrak di bidang layanan dasar. Target awalnya adalah meningkatkan gaji guru honorer hingga minimal Rp2 juta per bulan, serta menaikkan honor petugaskebersihan di atas upah minimum kota.

“Ini bukan hanya soal angka, tapi soal pengakuan. Mereka adalah pekerja penting yang selama ini dilupakan,” tambah Noor.

Hadirnya Puksesmas 24 Jam

Tak hanya kesejahteraan petugas kebersihan dan guru honorer, Noor juga berkomitmen untuk menghadirkan layanan Puskesmas 24 jam di setiap kecamatan. Ia juga akan menyiagakan armada ambulans respons cepat guna memenuhi kebutuhan darurat masyarakat dan persoalan keterbatasan layanan kesehatan.

“Setiap warga berhak mendapatkan layanan kesehatan kapan pun mereka membutuhkannya, siang atau malam. Kami ingin membangun sistem yang responsif dan benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan,” kata Noor.

Noor berpendapat, hal ini sebagai hambatan serius terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah padat penduduk maupun kawasan pinggiran kota yang jauh dari fasilitas kesehatan. Sebagai solusinya, ia merancang sistem rotasi tenaga medis dan peningkatan insentif bagi petugas Puskesmas agar operasional 24 jam dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program ini turut diperkuat oleh rencana pengembangan sistem digital pelaporan darurat serta pelatihan dasar penanganan gawat darurat bagi kader kesehatan dan aparat kelurahan. Upaya ini sebagai bentuk konkret penguatan layanan dasar, khususnya di bidang kesehatan, di tingkat daerah.