Cerita Korban Selamat Longsor Gunung Kuda Cirebon, 30 Menit Tertimbun di Dalam Mobil

Taryana terjebak selama kurang lebih 30 menit di dalam kabin kendaraan miliknya

Diperbarui 31 Mei 2025, 15:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cirebon Taryana tak hentinya mengucapkan rasa syukur ditengah perasaan yang tak karuan karena mobil truk yang dimilikinya tertimbun longsor gunung kuda Cirebon pada Jumat, 30 Mei 2025 lalu. 

Warga Saur Legok Kabupaten Indramayu ini merupakan salah satu orang yang selamat dari reruntuhan tambang batu alam Gunung Kuda Cirebon. Saat kejadian, ia mengaku langsung lari bersembunyi di dalam mobil. 

Ia mengaku melihat tanda-tanda longsor sesaat sebelum reruntuhan batu besar menimpa puluhan pekerja tambang batu alam dan alat berat.

"Saat itu saya sedang muat batu, baru tiga bucket. Saya sempat lihat ke atas, terlihat batu besar mulai bergerak. Saya langsung lari masuk ke dalam mobil," ujarnya saat diwawancarai di lokasi kejadian Sabtu,(31/5/2025).

Tak lama kemudian, tanah longsor menerjang dan menimbun mobilnya. Taryana terjebak selama kurang lebih 30 menit di dalam kabin kendaraan. 

Dalam kondisi gelap dan sempit, ia sempat panik, namun tetap mencoba menghubungi temannya menggunakan ponsel.

"Alhamdulillah HP saya masih bisa dipakai. Saya langsung telepon teman, minta tolong. Saya bilang saya masih hidup, tolong bantuin saya, saya kejepit," kenangnya.

Temannya segera datang untuk mengevakuasi Taryana. Proses penyelamatan tidak mudah. 

Duka Mendalam

Dongkrak mobil tidak berhasil digunakan, hingga akhirnya mereka menggunakan pipa besi untuk mengangkat dan membengkokkan setir mobil agar Taryana bisa keluar.

"Pas setirnya dibengkokin, baru saya bisa keluar. Alhamdulillah, saya selamat. Nggak ada luka serius, hanya tangan sedikit nyeri," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Taryana, saat kejadian ada sekitar 20 orang di sekitar lokasi, sebagian besar pekerja tambang batu dan sopir. Ia juga menyebutkan ada dua mobil lain yang tertimbun, salah satunya membawa keluarga pekerja yang menjadi korban meninggal dunia. 

Taryana masih berharap mobil miliknya yang tertimbun segera ditemukan. Ia mengaku, monil truk miliknya masih ada tanggungan kredit. 

"Saya hanya bisa bersyukur, Allah masih kasih kesempatan hidup. Saya tidak mikir apa-apa lagi, cuma ingin selamat," ucapnya.

Peristiwa longsor ini menyisakan duka mendalam. Beberapa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tim SAR terus melanjutkan proses pencarian di lokasi bencana.