Liputan6.com, Banyumas - Tari Ebeg, kesenian tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah, telah mengalami transformasi fungsi. Kesenian yang awalnya merupakan ritual tolak bala bernuansa magis tersebut kini berkembang menjadi pertunjukan seni yang dinamis di berbagai ajang festival.
Mengutip dari berbagai sumber, kesenian ini memiliki akar sejarah yang dalam sebagai bagian dari ritual masyarakat agraris. Awalnya, tari ebeg dipentaskan sebagai sarana memohon keselamatan dan menolak malapetaka.
Para penari menggunakan properti berbentuk kuda yang terbuat dari anyaman bambu, menirukan gerakan kuda dalam peperangan atau perburuan. Unsur magis menjadi ciri khas utama pertunjukan ini.
Advertisement
Para penari kerap mengalami kondisi ndadi atau kerasukan selama menari. Dalam keadaan trance tersebut, mereka melakukan berbagai atraksi ekstrem seperti memakan beling atau menginjak bara api.
Ritual ini diyakini sebagai media komunikasi dengan dunia spiritual. Seiring perkembangan zaman, tari ebeg mengalami pergeseran fungsi dari ritual ke hiburan.
Pada masa kolonial Belanda, kesenian ini mulai dipertunjukkan dalam berbagai acara keramaian. Masyarakat Banyumas mengadaptasi pertunjukan ini untuk memeriahkan acara khitanan, pernikahan, maupun perayaan hari besar desa.
Perubahan fungsi tersebut berdampak pada beberapa aspek pertunjukan. Unsur kerasukan yang semula bersifat sakral mulai dikurangi intensitasnya.
Â
Aspek Akrobatik
Beberapa kelompok kesenian lebih menonjolkan aspek akrobatik dan keindahan gerak dibandingkan unsur magis. Musik pengiring yang awalnya hanya menggunakan gamelan sederhana kemudian berkembang dengan penambahan berbagai instrumen modern.
Era 1980-an menjadi periode penting dalam modernisasi tari ebeg. Berbagai adaptasi dilakukan untuk menyesuaikan dengan selera penonton kontemporer.
Durasi pertunjukan yang semula memakan waktu berjam-jam dipersingkat menjadi sekitar 30-60 menit. Koreografi tari dikembangkan dengan penambahan variasi formasi kelompok.
Aspek kostum juga mengalami perubahan. Rancangan yang awalnya sederhana kemudian dikembangkan dengan warna lebih cerah dan aksesori yang lebih menarik.
Pemerintah Kabupaten Banyumas memasukkan tari ebeg sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Berbagai sanggar kesenian aktif menyelenggarakan pelatihan secara reguler. Festival tahunan seperti Banyumas Arts Festival menjadi wadah untuk mempertahankan eksistensi kesenian tradisional ini.
Penulis: Ade Yofi Faidzun
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3580744/original/094045900_1632374434-Gelaran_budaya_Ebeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257798/original/085750400_1781257127-penemuan_mayat_banyumas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/675826/original/borgol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5568631/original/058212400_1777365777-260428-kunjungi-tpst-banyumas-prabowo-intip-sistem-pengelolaan-sampah-warga-125db0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562716/original/074125800_1776837941-Oleh-Oleh_Getuk_Goreng_Haji_Tohirin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555453/original/088146000_1776157339-DLH_Banyumas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475354/original/032719700_1768576454-1000709261.jpg)