Asal Usul Teror Tuyul, Urban Legend yang Dijuluki Pencuri Uang

Indonesia merupakan negara dengan budaya yang sangat kaya termasuk tentang urban legendnya. Salah satu cerita urban yang populer adalah teror tuyul.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Indonesia merupakan negara dengan budaya yang sangat kaya termasuk tentang kisah urban legend. Adapun salah satu kisah urban yang populer di negara ini adalah sosok teror tuyul.

Tuyul sendiri digambarkan sebagai sosok makhluk halus yang berwujud anak kecil, berkepala botak, bertubuh kecil, dan sering kali tidak mengenakan pakaian. Meskipun terlihat menyerupai anak-anak tuyul dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Makhluk ini konon sering digunakan untuk tujuan tertentu oleh orang-orang yang ingin mendapatkan kekayaan secara instan sehingga keberadaan tuyul sering kali dikaitkan dengan praktik pesugihan yaitu usaha memperoleh kekayaan dengan cara mistis.

Kemudian dalam cerita-cerita rakyat, seseorang yang memelihara tuyul dipercaya dapat menjadi kaya mendadak karena tuyul mampu mencuri uang atau barang berharga dari rumah orang lain.

Tuyul biasanya dikendalikan oleh majikannya melalui ritual tertentu dan sebagai imbalannya si pemilik harus memberikan tumbal atau persembahan agar tuyul tetap setia dan kuat. Selain itu, kepercayaan terhadap tuyul banyak ditemukan di pedesaan.

Meskipun kisah tentang teror tuyul populer di pedesaan cerita tersebut terus hidup dari generasi ke generasi baik lewat cerita orang tua, buku cerita mistis, hingga film horor yang mengangkat tema makhluk gaib Indonesia.

Kisahnya tetap menjadi bagian penting dari cerita rakyat yang memperkaya warisan budaya mistis Indonesia.

Asal Usul Kisah Teror Tuyul

Mengutip dari beberapa sumber, asal-usul mitos tuyul sebagai makhluk halus pencuri uang di Indonesia sendiri sangat beragam karena sering kali mencerminkan perpaduan antara dinamika sosial, sejarah, dan kepercayaan budaya.

Salah satu teori menyebutkan bahwa konsep tuyul berkembang dari sosok "setan gundul" yang dikenal sejak akhir abad ke-19. Makhluk ini digambarkan sebagai entitas berwujud anak kecil berkepala botak yang suka mencuri uang.

Istilah "tuyul" sendiri baru mulai muncul sekitar tahun 1929, setelah krisis ekonomi global dan menjadi populer di Jawa pada masa kolonial Belanda. Mitos tuyul mencerminkan kecemburuan sosial masyarakat agraris terhadap kelompok pedagang kaya.

Kekayaan yang diperoleh secara cepat dan tidak transparan menimbulkan kecurigaan bahwa mereka menggunakan bantuan makhluk gaib seperti tuyul untuk mendapatkan kekayaan tersebut.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa tuyul berasal dari arwah anak-anak yang meninggal sebelum waktunya atau akibat aborsi. Roh-roh ini kemudian dipanggil dan dipelihara melalui ritual tertentu untuk membantu pemiliknya mencuri uang.

Dalam praktiknya, pemilik tuyul harus memberikan sesajen dan memperlakukan tuyul layaknya anak kecil. Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keberadaan tuyul mitos ini tetap hidup dalam budaya populer Indonesia.

Kemudiaan mitos tuyul tidak hanya mencerminkan kepercayaan terhadap dunia gaib tetapi juga menjadi cerminan ketegangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat Indonesia sepanjang sejarahnya.