Liputan6.com, Palangka Raya - Di tengah hiruk pikuk kota, berdiri sebuah tempat yang menyuguhkan kehangatan dalam kesunyian. Namanya Warkop Tuli 21, sebuah warung kopi yang terletak di Jalan Kapten Piere Tendean, tak jauh dari Bundaran Besar dan Jembatan Kahayan, Palangka Raya.
Tampak dari luar seperti kafe kekinian berbahan kontainer kayu, Warkop Tuli 21 sebenarnya menyimpan semangat yang lebih dalam dari sekadar tempat ngopi. Di balik cangkir-cangkir kopi yang tersaji, terselip cita-cita besar akan inklusivitas, terutama bagi komunitas tuli.
Minggu malam (25/5/2025), suasana hangat menyelimuti warung kopi ini. Lampu-lampu kuning lembut memantul di dinding kayu, menciptakan suasana yang ramah bagi siapa pun yang datang. Sekelompok anak muda terlihat berkumpul. Ada yang serius mengerjakan tugas kuliah, ada pula yang santai menyeruput kopi.
Advertisement
Namun ada satu hal yang membedakan Warkop Tuli 21 dari kafe lainnya: bahasa isyarat menjadi bahasa utama di sini. Di salah satu sisi dinding, lukisan berbagai gesture tangan menggambarkan abjad dalam bahasa isyarat. Lukisan itu menjadi panduan tak tertulis bagi para pengunjung yang ingin berkomunikasi dengan Goldia (26), sang pengelola.
Ruang Aman dan Nyaman Teman Tuli
Goldia adalah sosok ramah yang menyapa tanpa suara, namun penuh makna. Senyumannya menyambut siapa saja, bahkan ketika seorang pengunjung baru tampak ragu memesan. Dengan gesture sederhana, pengunjung menunjuk menu dan mencoba membentuk huruf ‘K’. Goldia membalas dengan anggukan hangat, lalu mulai meracik kopi dengan terampil.
Setelah kopi disajikan, Goldia memberi isyarat tangan ke dagu lalu menjauhkannya—sebuah ucapan ‘terima kasih’ dalam bahasa isyarat. Meski sempat bingung, pengunjung akhirnya tersenyum mengerti. Momen singkat ini menggambarkan komunikasi yang melampaui suara.
Melalui tulisan tangan, Goldia menceritakan awal mula keterlibatannya di Warkop Tuli 21 sejak Oktober 2024. Ia mengaku memiliki mimpi besar: menciptakan ruang aman dan nyaman bagi teman-teman tuli.
"Di Palangka Raya belum ada kafe yang ramah untuk komunitas tuli," katanya.
Di Warkop Tuli 21, semua orang dipersilakan bercengkrama—dengan suara, atau dengan isyarat.
"Saya ingin teman-teman tuli juga bisa nongkrong dan menikmati suasana, tanpa harus merasa berbeda," ujarnya.
Advertisement
Simbol Perjuangan
Bagi Goldia, Warkop Tuli 21 bukan sekadar tempat kerja. Ini adalah simbol perjuangan menuju masyarakat inklusif. Tempat di mana keterbatasan bukan penghalang untuk terhubung dan berbagi kebahagiaan.
Milda Fadlilah (20), mahasiswi Prodi Bisnis Digital Universitas Palangka Raya, adalah salah satu pelanggan tetap. Ia kerap mengerjakan tugas di sana dan merasa nyaman berinteraksi meski harus belajar bahasa isyarat.
“Kita semua punya keterbatasan, tapi itu bukan alasan untuk tidak berkembang,” ucapnya bijak.
Menjelang malam, pengunjung satu per satu pamit. Sementara itu, Goldia masih sibuk membersihkan meja, mengemasi gelas dan piring. Wajahnya lelah, namun tetap tenang, tak ada gerak tubuh yang menggambarkan keluh kesah.
Sunyi kembali menyelimuti Warkop Tuli 21. Tapi di balik keheningan itu, cita-cita besar tengah dirawat: mimpi tentang dunia yang ramah untuk semua, tanpa terkecuali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1921179/original/047199800_1748333070-20250527_025947_0000.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234983/original/081887600_1748407576-1000118885.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371814/original/002633800_1476263059-Palangka_Raya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4732181/original/069468500_1706782133-urban-road-with-lines-painted.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460698/original/043767900_1767267992-Kecelakaan_maut_ojol_dengan_ambulans_di_Palangka_Raya.png)