Dihantam Erupsi Tahun Lalu, Stasiun Seismik Gunung Ruang Sitaro Masih Rusak

"Kondisi saat ini stasiun di Pulau Ruang atau RUA3 masih off karena terkena banjir lahar beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala PVMBG, P Hadi Wijaya pada, Selasa (27/5/2025).

Diterbitkan 30 Mei 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sitaro - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan segera membangun stasiun seismik Gunung Ruang, di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, yang rusak terkena banjir lahar.

"Kondisi saat ini stasiun di Pulau Ruang atau RUA3 masih off karena terkena banjir lahar beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala PVMBG, P Hadi Wijaya pada, Selasa (27/5/2025).

Dia mengatakan, pihaknya memang pihaknya merencanakan pembangunan kembali stasiun, namun untuk menjamin keberlangsungan peralatan ini maka masih menunggu kondisi yang kondusif.

Setelah stasiun di Pulau Ruang tersebut rusak, pengamatan Gunung Ruang saat ini melalui satu stasiun di Taliwang (RUA2) yang berada di Pulau Tagulandang.

"Kami akan memasang kembali stasiun seismik di Pulau Ruang ketika kondisi memungkinkan dan juga untuk meminimalisasi risiko rusak seperti stasiun RUA3," ujarnya.

Untuk memantau aktivitas suplai magma, jika terjadi peningkatan signifikan, maka saat ini masih bisa dipantau melalui stasiun RUA2.

Dia mengatakan,di Pulau Ruang, PVMBG sebelumnya memasang dua stasiun stasiun seismik, akan tetapi kedua stasiun tersebut rusak terdampak erupsi Gunung Ruang pada bulan April 2024.

PVMBG kemudian memasang satu stasiun pasca erupsi, namun kemudian kembali rusak karena terjangan banjir lahar.

"Kondisi saat ini di Pulau Ruang masih berisiko banjir lahar. Oleh karena itu, kami memasang satu stasiun di Pulau Tagulandang agar jika terjadi intrusi magma yang signifikan masih tetap dapat terekam," tuturnya.

 Diketahui, erupsi eksplosif Gunung Ruang terjadi pada 17 April 2024 pukul 01.08 Wita, dengan ketinggian kolom erupsi diperkirakan mencapai 2.500 meter yang disertai suara gemuruh serta dentuman.

Aktivitas kembali mengalami penurunan, namun sejak tanggal 28 – 29 April 2024 jumlah kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal meningkat pesat dan diikuti oleh serangkaian erupsi pada tanggal 30 April 2024.