Liputan6.com, Jakarta - KTT Global Pertama tentang Pembangunan Bersama “Belt and Road” Berkualitas Tinggi yang diselenggarakan oleh United Nations Global Compact (UNGC) dan Pemerintah Indonesia dibuka dengan megah di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2025.
Pada kesempatan ini, dua proyek unggulan dari GEM diumumkan secara global sebagai proyek percontohan kolaborasi teknologi dan budaya pertama dalam Platform Aksi“Belt and Road” UNGC: Laboratorium Riset Bersama Tiongkok-Indonesia GEM-ITB-CSU dan Akademi Metalurgi Masa Depan GEM-UNU Yogyakarta.
Kedua proyek ini bertujuan untuk memberikan dukungan talenta dan penguatan teknologi demi pembangunan berkelanjutan dalam kerangka “Belt and Road”. Profesor Xu Kaihua, pendiri dan ketua GEM Group, diundang untuk bergabung sebagai anggota Dewan Penasihat Tingkat Tinggi PlatformAksi “Belt and Road” UNGC, menjadikannya salah satu dari sepuluh pengusaha global terkemuka dalam dewan ini.
Advertisement
Peluncuran Global Laboratorium Riset Bersama dan Akademi Metalurgi Masa Depan Tiongkok-Indonesia pada tanggal 25 Mei 2025, KTT Global Pertama “Belt and Road” bertema Better Business, Better World – Percepatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan resmi dibuka di Jakarta. Lebih dari 300 tamu tingkat tinggi dari kalangan pemerintah, korporasi, organisasi internasional, akademisi, think tank, dan LSM hadir untuk membahas pembangunan bersama “Belt andRoad” yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia serta 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Dalam peringatan bersejarah ini, dengan disaksikan oleh tokoh-tokoh penting seperti Menko Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, Wamen Investasi dan IndustriHilir Todotua Pasaribu, dan Wamen Ketahanan Pangan Nani Hendiarti, perwakilan UNGC di Tiongkok Liu Meng mengumumkan peluncuran global dua proyek unggulan GEM.
Liu Meng memuji proyek GEM sebagai contoh terbaik dari kolaborasi perusahaan dalam inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan di bawah inisiatif “Belt and Road”, yang mencerminkan kebijaksanaan Tiongkok: “Memberi kail lebih baik daripada memberi ikan”. Ini adalah praktik nyataperusahaan dalam membangun “Belt and Road” berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
Rektor UNU Yogyakarta, Prof. Widya, menjelaskan bahwa Akademi Metalurgi Masa Depan Tiongkok-Indonesia adalah pusat unggulan global dalam pendidikan, riset, dan kebijakan metalurgi basah. Proyek ini didukung oleh pemerintah Tiongkok dan Indonesia serta bekerja sama dengan GEM, perusahaan terdepan dunia dalam bidang pertambangan kota dan metalurgi basah hijau.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa akademi ini akan menjadilandasan dalam melatih generasi ahli metalurgi dan mendukung pembangunan berkelanjutan industri metalurgi global.
Rektor ITB, Prof. Tatacipta, menyampaikan rasa terima kasih kepada Prof. XuKaihua dan GEM atas dukungannya terhadap ITB. Ia menekankan bahwa Laboratorium Riset Bersama Tiongkok-Indonesia telah membawa lompatan signifikan bagi ITB di bidang riset material baru dan energi.
Ia berharap kerja sama tripartit “GEM-ITB-CSU” akan menjadi pionir kolaborasi antara universitas dan industri dalam kerangka “Belt and Road”.
Wakil Rektor CSU, Prof. Guo Xueyi, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan GEM atas dukungan mereka terhadap pengembangan CSU. Ia menekankan komitmen universitas untuk terus menciptakan produktivitas baru guna mendukung “Belt and Road” dengan kekuatan dan kebijaksanaan Tiongkok.
Kunjungan Dewan Penasihat Tinggi UNGC
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234633/original/034448700_1748391967-Foto_3__1_.jpeg)
Sehari sebelum KTT, pada 24 Mei 2025, Rapat Tahunan Dewan Penasihat Tingkat Tinggi Platform Aksi “Belt and Road” UNGC dibuka di Laboratorium Riset Bersama GEM-ITB-CSU di Bandung. Lebih dari sepuluh anggota dewan dari berbagai sektor seperti PBB, pemerintah, akademisi, bisnis, dan organisasi sipil menghadiri kunjungan ini.
Prof. Xu Kaihua menyambut para tamu dengan hangat. Prof. Xu memperkenalkan bahwa GEM adalah perusahaan daur ulang terbesar di Tiongkok yang berfokus pada sirkularitas. Kolaborasi antara GEM, ITB, dan CSU berakar dari nilai ESG yang sama, membentuk pencapaian luar biasa yang hanya dapat dicapai melalui kerja sama terbuka Tiongkok-Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa laboratorium ini merupakan platform riset revolusioner yang menghubungkan universitas dan rantai industri. Dengan sistem inovasi tiga tingkat (lab kecil, skala menengah, skala uji coba), teknologi metalurgi dapat dikembangkan hingga lokal dan mandiri.
Ia meyakini bahwa bahan energi baru terbaik dunia di masa depan akan lahir di sini — “dari rak buku ke rak toko” — sembari mencetak lebih banyak doktor untuk mendukungindustri energi global.
Rapat Dewan Penasihat Tingkat Tinggi UNGC kemudian dilaksanakan secara resmi di aula internasional laboratorium tersebut. Prof. Irwan Meilano dari ITB menyampaikan apresiasi atas beasiswa GEM yang telah mendukung mahasiswa metalurgi ITB, dan berharap kerja sama dengan GEM dan CSU semakin erat untuk pembangunan Indonesia.
Advertisement
Visi 2030 Laboratorium Riset Bersama Tiongkok-Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234634/original/050022100_1748391967-Foto_2__2_.jpeg)
Dalam sambutannya, Prof. Xu menyampaikan tiga target utama untuk tahun 2030:
1. Menghasilkan Inovasi Terdepan: Lebih dari 100 hasil inovasi dan 500 paten per tahun, total 3.000 paten global pada 2030.
2. Mencetak Talenta Unggul: Program “100-1.000-10.000” untuk melatih 100 doktor teknik, 1.000 master, dan 10.000 tenaga teknis profesional demi mendukung “Visi Indonesia Emas 2045”.
3. Memberikan Energi Hijau: Menyediakan solusi berkelanjutan bagi negara-negara “Belt and Road” dan mendorong transisi global menujukarbon rendah.
Perwakilan Dewan UNGC dan Penasihat Internasional dari Tsinghua SDG Institute, Lin Meijin, menyatakan bahwa laboratorium ini merupakan contoh luar biasa kerja sama industri-universitas dalam menjawab tantangan lingkungan global, selaras dengan semangat G20 dan upaya menuju netralitas karbon.
Koordinator PBB di Tiongkok, Siddharth Chatterjee, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, universitas, dan masyarakat. GEM telah memimpin dengan memberikan beasiswa dan menggerakkan inisiatif ESG global melalui ITB.
Pada akhir pertemuan, UNGC secara resmi mengumumkan bahwa Prof. XuKaihua ditetapkan sebagai anggota baru Dewan Penasihat Tingkat Tinggi Platform Aksi “Belt and Road”. Prof. Xu menyatakan bahwa ini adalah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab penting untuk “menghubungkan hati masyarakat global”. Dalam lima tahun terakhir, GEM telah menginvestasikan hampir USD 4 miliar di Indonesia, menciptakan 7.000 lapangan kerja, dan mendidik lebih dari 180 pelajar — sebuah bukti nyata dari konektivitas antar manusia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234632/original/019516000_1748391967-Foto_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748581/original/016857400_1552342962-penatagon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8408666/original/027545800_1782291949-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_18.58.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8356237/original/053964100_1782231067-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4624471/original/065960600_1698291635-ilya-cher-UHFTNwaQg9o-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446275/original/059417200_1620013831-eric-prouzet-UipokEnGOyE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)