Mengenal Beasiswa Asah, Pelatihan Teknologi Intensif Bagi Ribuan Mahasiswa Indonesia

Program Asah merupakan bagian dari inisiatif Kampus Berdampak Mandiri yang bertujuan menciptakan tech talent siap karier melalui pelatihan teknologi dan soft skills yang komprehensif

Diperbarui 29 Juli 2025, 01:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Platform pendidikan teknologi terkemuka di Indonesia, Dicoding membuka pendaftaran Asah, program pelatihan intensif berstandar industri yang ditujukan untuk 2.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia, mulai pada Agustus 2025 hingga Januari 2026.

“Asah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan lulusan yang tidak hanya unggul dalam hard skills, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi yang kuat," CEO Dicoding Narenda Wicaksono.

Menurutnya, program Asah merupakan bagian dari inisiatif Kampus Berdampak Mandiri yang bertujuan menciptakan tech talent siap karier melalui pelatihan teknologi dan soft skills yang komprehensif.

Mahasiswa akan mengikuti lebih dari 900 jam pembelajaran berbasis praktik yang dirancang langsung oleh para ahli industri teknologi.

"Kami percaya, pelatihan berbasis praktik yang mendalam akan membuka lebih banyak pintu karier bagi mahasiswa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri," papar dia.

Asah menawarkan tiga alur belajar yang relevan dengan tren teknologi terkini, yaitu Front-End Web and Back-End with AI, React and Back-End with AI, dan Machine Learning.

Dalam praktiknya, seluruh peserta akan mendapatkan akses ke materi ajar dari Dicoding yang telah diakui oleh empat global tech principal, yaitu Google, AWS, Microsoft, dan Meta.

"Kurikulum ini telah digunakan dalam berbagai program pelatihan nasional dan menghasilkan banyak lulusan yang kini berkarier sebagai tech professionals di perusahaan teknologi terkemuka," papar dia.

Para mahasiswa terpilih akan memperoleh beasiswa pelatihan senilai 14 juta rupiah, yang mencakup seluruh rangkaian pelatihan, review tugas oleh expert hingga ke level kode, serta sesi mentoring yang intensif.

Selain itu, peserta akan mendapatkan portofolio profesional yang dihasilkan dari proyek akhir berupa capstone project, akses ke informasi lowongan kerja eksklusif dari Dicoding Jobs pasca program, serta kesempatan mengonversi hingga 20 SKS sesuai kebijakan kampus.

 

Syarat dan Pendaftaran

Bagi yang berminat, program Asah terbuka untuk Warga Negara Indonesia (WNI), mahasiswa dari semua jurusan dan semua jenjang semester (sesuai dengan petunjuk Kemdiktisaintek dan kebijakan kampus masing-masing), dan mahasiswa berstatus aktif hingga Februari 2026.

"Pendaftaran dibuka hingga 30 Juli 2025 melalui situs dicoding.com/asah," papar dia.

Kemudian peserta mengisi form yang tersedia, membayar biaya tes seleksi sebesar Rp250.000, lalu mengerjakan tes seleksi berdurasi tiga jam yang terdiri dari pengetahuan teknologi dasar, kepribadian dan pola pikir, serta pengetahuan teknologi sesuai dengan alur belajar yang dipilih.

"Program ini sangat tepat bagi mahasiswa yang ingin memulai karier teknologi mereka. Kami mengundang mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini," ujar Narenda.

Dicoding adalah platform pembelajaran teknologi berstandar industri yang berfokus pada pengembangan talenta digital Indonesia dan telah menjadi pilihan utama bagi individu dan institusi yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi secara profesional.

Sejak didirikan pada tahun 2015, Dicoding telah menjangkau lebih dari 1,1 juta developer di seluruh Indonesia, melatih lebih dari 770.000 peserta melalui program intensif.

Saat ini perusahaan miliki 190.000 alumni yang kini bekerja di lebih dari 10 negara, mengantongi rekognisi dari empat global tech principal, yaitu Google, AWS, Microsoft, dan Meta, serta dikenal sebagai penyelenggara lebih dari 40 program pelatihan nasional, termasuk Bangkit, IDCamp, DTS Kominfo, dan Coding Camp powered by DBS Foundation.