Fakta Menarik di Balik Jembatan Suramadu, Landmark Megah Penghubung Surabaya-Madura

Pada 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Proses pembangunannya yang cukup lama, yakni sekitar enam tahun, ini lebih molor dari rencana.

Diterbitkan 19 Mei 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya - Jembatan Suramadu berdiri kokoh menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Madura (di Bangkalan). Jembatan ini menjadi salah satu landmark populer dan ikonis di Jawa Timur.

Mengutip dari berbagai sumber, Jembatan Suramadu mulai dibangun pada 2003. Presiden Megawati Soekarnoputri mengeluarkan Keppres No. 79 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura pada 27 Oktober 2003.

Pada 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Proses pembangunannya yang cukup lama, yakni sekitar enam tahun, ini lebih molor dari rencana.

Beberapa kendala dihadapi saat proses pembangunan, termasuk terkait pendanaan. Jembatan Suramadu yang diproyeksikan rampung pada 2007 akhirnya molor dan baru selesai pada 2008, kemudian diresmikan pada 2009.

Mengutip dari Pengaruh Kebijakan Pengoperasian Jembatan Suramadu terhadap Perekonomian Masyarakat Pelabuhan Kamal Madura oleh Bela Rizky Tsania, jauh sebelum pembangunan jembatan ini, proses studi kelayakan pembangunan proyek jembatan di Selat Madura telah dilakukan sejak 1990. Dari studi tersebut, ditemukan bahwa kunci pokok perluasan Kota Surabaya adalah dengan mengembangkan Pulau Madura.

Adapun ide pembangunannya dicetuskan oleh Prof. Dr. Sediyatmo pada 1960. Ide tersebut kemudian disampaikan ke Presiden Soeharto pada Juni 1986. Pada tahun yang sama, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai mengusulkan kerja sama dengan perusahaan perdagangan Jepang untuk membangun proyek bersama.

Berbagai persiapan dilakukan, termasuk meninjau konsep-konsep Prof. Dr. Sediyatmo bersama Kepala Badan Penerapan Pengkajian Teknologi yang saat itu diduduki BJ Habibie. Proyek pembangunan ini kemudian diberi nama Tri Nusa Bima Sakti.

Pada 1992, desain awal dikerjakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Krisis ekonomi 1997 membuat rencana pembangunan jembatan ini harus diundur.

Pada 2001, mulai dilakukan tinjauan desain oleh Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Salah satu tinjauan yang dilakukan adalah mempertimbangkan perubahan sosial dan geografis di Jawa Timur.

Mengutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan jembatan ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp2,285 triliyun. Dana tersebut bersumber dari APBN, APBD, PT. JasaMarga, dan bantuan luar negeri.

Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.438 meter dan lebar 30 meter ini dibangun oleh tenaga Indonesia, sedangkan tenaga kontraktor asing hanya mengerjakan pembangunan bentang tengah jembatan saja. Jembatan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

 

Fakta Menarik tentang Jembatan Suramadu

1. Telah Digagas Sejak Era Presiden Soeharto

Meski mulai dibangun pada 2003, pembangunan Jembatan Suramadu sebenarnya telah digagas sejak era Presiden Soeharto. Rencana pembangunannya tertulis melalui Keputusan Presiden RI Nomor 55 Tahun 1990 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura.

2. Telan dana hingga Rp4,5 Triliun

Proses pembangunan jembatan ini berlangsung selama enam tahun, yakni pada 2003-2009, hingga diresmikan. Menurut laman Kemenkau RI, pembangunan jembatan ini menelan dana hingga Rp4.5 triliun. Jumlah ini cukup membengkak dari perkiraan dana yang sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun.

Membentang sejauh 5.438 meter membelah selat Madura, jembatan ini memiliki lebar 30 meter. Terdapat delapan lajur moda transportasi dengan tinggi 146 meter.

3. Dikerjakan 3500 Orang 

Jembatan Suramadu tak hanya tanpak megah pada tampilannya, jembatan ini juga dirancang agar mampu bertahan hingga 100 tahun. Pembangunannya dikerjakan oleh sekitar 3.500 orang dari Indonesia dan beberapa tenaga dari Cina.

4. Diresmikan dua presiden Berbeda

Peresmian Jembatan Suramadu dilakukan oleh dua presiden dalam dua periode berbeda. Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan Ground Breaking pembangunan Jembatan Suramadu pada 20 Agustus 2003. Adapun dimulainya pembangunan dan peresmiannya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

 

Terpanjang

5. Jembatan Terpanjang di Indonesia

Membentang sepanjang 5.348 meter, Jembatan Suramadu diakui sebagai jembatan terpanjang di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Keberadaannya pun memangkas waktu tempuh antara Surabaya-Madura.

6. Dampak Sektor Ekonomi

Keberadaan Jembatan Suramadu memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat. Waktu tempuh untuk jalur Surabada-Madur menjadi lebih singkat, dari yang sebelumnya butuh waktu 30-60 menit dengan jalur laut, kini mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit melalui jalur darat.

Hal ini membuat ekonomi masyarakat meningkat. Peningkatan kelancaran transportasi ini juga mempercepat distribusi barang dan jasa.

7. Jadi Ikon Wisata

Tak hanya sebagai jalur transportasi, Jembatan Suramadu juga menjadi ikon wisata Jawa Timur. Berbagai festival kerap digelar di sana, mulai dari festival, marathon, pertunjukan seni, hingga wisata kuliner.

Penulis: Resla