Hutan Desa Ngablak Magelang, Destinasi Healing di Lereng Merbabu

Gunung Merbabu (3.145 mdpl) di timur laut, Gunung Merapi (2.930 mdpl) di timur, Gunung Andong (1.731 mdpl) di utara, dan Gunung Telomoyo (1.894 mdpl) di barat adalah gunung-gunung yang bisa dinikmati keindahannya.

Diterbitkan 11 Mei 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Magelang - Kawasan Hutan Desa Ngablak di Magelang, Jawa Tengah, menawarkan pengalaman healing alami di ketinggian lereng Gunung Merbabu. Sebagai hutan negara yang dikelola masyarakat setempat, kawasan seluas 98 hektare ini memadukan fungsi ekologis dengan daya tarik wisata berbasis alam.

Mengutip dari berbagai sumber, hutan pinus tropis dengan kerapatan 300-400 pohon per hektar menciptakan kanopi alami yang mengurangi intensitas cahaya matahari hingga 70%. Suhu udara berkisar 18-22°C sepanjang tahun dengan kelembapan ideal 65-80%.

Lokasi terapi visual di temoat ini berada di ketinggian 1.100-1.400 meter di atas permukaan laut. Pengunjung bisa melihat empat gunung sekaligus dalam jarak 30 kilometer.

Gunung Merbabu (3.145 mdpl) di timur laut, Gunung Merapi (2.930 mdpl) di timur, Gunung Andong (1.731 mdpl) di utara, dan Gunung Telomoyo (1.894 mdpl) di barat adalah gunung-gunung yang bisa dinikmati keindahannya.

Bentuk tanah yang seperti tapal kuda menciptakan tempat seperti teater alam dengan pemandangan luas 270 derajat. Ada jalur refleksi sepanjang 1,2 km dengan jalan berbatu alam dan kemiringan 15-20 derajat.

Jalur ini terdapat tujuh tempat istirahat dengan bangku kayu akasia dan papan penanda jarak setiap 200 meter. Ada juga zona interaksi fauna yang terdiri dari kandang rusa tutul seluas 800 meter persegi dan area kelinci yang dibiarkan bebas berkeliaran.

 

Beri Makan Hewan

Pengunjung bisa memberi makan hewan-hewan ini pada pukul 08.00-09.00 dan 15.00-16.00. Selanjutnya, ruang sensorik berupa senja pagi cafe yang terbuka menghadap lembah.

Cafe ini dibangun dengan kayu meranti dan batu alam. Pengunjung bisa menikmati suara alam yang tenang dengan tingkat kebisingan 45-55 desibel.

Pengelola juga menyediakan tiga program khusus untuk healing. Program pertama adalah morning dew session yang berlangsung pukul 05.30-07.00 WIB. Kegiatan ini meliputi meditasi pagi di area timur, latihan pernapasan dengan instruktur, dan minum teh herbal dari tanaman lokal.

Program kedua adalah canopy therapy yang dilakukan di platform setinggi 8 meter. Pengunjung akan menggunakan harness dan perlengkapan keselamatan. Kegiatan ini berlangsung selama 30-45 menit per sesi.

Program ketiga adalah soil grounding yang dilakukan di area tanah alami seluas 400 meter persegi. Pengunjung bisa merasakan langsung hubungan dengan alam melalui sentuhan langsung dengan tanah.

Kawasan ini tetap mempertahankan 65% areal sebagai zona inti yang tidak boleh dimasuki pengunjung. Data Dinas Kehutanan Jateng mencatat tingkat kunjungan stabil 8.000-10.000 orang per bulan dengan tren peningkatan 15% secara tahunan.

Penulis: Ade Yofi Faidzun