Pertama Kali, Kelas Pelayanan Women Support Women Hadir di Jakarta

Menurut Sekartaji Ayuwangi, butuh kesadaran bagi para perempuan untuk saling dukung, berhenti menghakimi dan mencela satu dengan yang lain.

Diperbarui 08 Mei 2025, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya kelas pelayanan Women Support Women digelar di Jakarta. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKSA) ini diikuti sekitar 50 perempuan dari berbagai latar belakang, Minggu (4/5/2025).

Mereka berkumpul di Utan Kayu, Jakarta, untuk mengenal, memahami, menerima diri sehingga menumbuhkan rasa saling dukung antar perempuan. Dalam kegiatan kali ini, YRKSA mendapat dukungan dari Pilates Kemang, Pawon Citarasa, Jiwa Baik, dan Kilikili Adventures.

Dalam kelas pelayanan di Jakarta, Women Support Women mengangkat judul Seni Mencintai Diri, Hati Lega Jiwa Bahagia. Selain didampingi langsung oleh pendiri YRKSA Sekartaji Ayuwangi yang merupakan psikoterapis holistik, kegiatan ini juga mengundang Yuslihayanti, Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia untuk berbagi pengalaman.

Menurut Sekartaji Ayuwangi, butuh kesadaran bagi para perempuan untuk saling dukung, berhenti menghakimi dan mencela satu dengan yang lain.

"Di kelas ini kita bersama belajar bergerak untuk saling membantu perempuan sesederhana apapun itu,” ujarnya.

Kelas ini merupakan ruang aman bagi perempuan untuk belajar mengasah pengetahuan bersama, mengasihi tanpa syarat dan mengasuh ketidaksempurnaan yang ada tanpa saling menghakimi.

"Kelas ini juga sebagai bentuk gerakan kepedulian sesama perempuan dengan bahu-membahu demi terselenggaranya ruang aman perempuan ini, misalnya support tempat, katering, alat-alat pendukung kelas. Para perempuan gotong royong bertindak pula sebagai relawan atas perempuan lain," tuturnya.

Sekartaji atau sering dipanggil Arta melihat fenomena perempuan, baik itu berpendidikan tinggi atau tidak, kaya atau miskin, memiliki masalah yang sama, seperti isu reproduksi anak, masalah rumah tangga, dan tekanan dari lingkungan bahkan orangtua.

Di sisi lain, tidak semua perempuan memiliki level kesadaran yang sama karena perbedaan faktor kongnitif, pola asuh, lingkungan bertumbuh, dan kesempatan mendapatkan pengetahuan dari ranah akademis maupun non akademis.

"Harapannya, kelas ini dapat menumbukan kesadaran perempuan untuk mengenali dirinya, beserta perannya di berbagai sendi kehidupan karena ibu adalah tiang keluarga dan perempuan adalah tiang negara," kata Arta.

 

Rutin Digelar di Yogyakarta

Kelas Pelayanan Women Support Women bermula dari Yogyakarta. Pertama kali, kegiatan ini diadakan sekitar dua tahun lalu.

Hingga saat ini, kelas pelayanan Women Support Women diadakan secara rutin, hampir satu bulan sekali.

Kelas Pelayanan Women Support Women merupakan bagian dari program YRKSA. Selain kelas pelayanan, yayasan ini juga memiliki Dapur Umum Perempuan Bergerak yang memasak setiap hari dan membagikan makanan gratis yang diletakkan di etalase-etalase nasi bungkus gratis di Yogyakarta.

YRKSA juga sudah mendirikan rumah aman Perempuan Hangayomi Jiwo di Yogyakarta untuk melindungi kekerasan berbasis gender dan kehamilan tidak dikehendaki (KTD).

"Selain menyediakan rumah tinggal sementara untuk korban KTD, kami mendampingi untuk membangun kecerdasan emosional, spiritual dan intelektual terkait perempuan dan ibu. Prioritas kami untuk korban KTD yang mendapat stigma negatif dan tidak mendapat dukungan," kata Arta.