Dukung Program Pencegahan Stunting, PAMA Beri Bantuan Sarana Prasarana Posyandu di Balikpapan

Salah satu program yang digalakkan pemerintah saat ini yakni pencegahan stunting, melihat itu PAMA Balikpapan turut serta membantu program pemerintah dengan menyalurkan sarana dan prasarana untuk posyandu.

Diperbarui 07 Mei 2025, 23:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Balikpapan - Sebagai Support Office PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik Balikpapan Operation (BPOP) kembali ambil bagian dalam mendukung program pemerintah. Kali ini, melalui corporate social responsibility (CSR) bidang Kesehatan, PAMA BPOP berpartisipasi dalam mendukung kelancaran aktivitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam pencegahan dan pengentasan stunting di Balikpapan, khususnya di wilayah sekitar perusahaan.

Bentuknya dengan menyalurkan bantuan hibah alat kesehatan hingga sarana dan prasarana kepada Posyandu. Adapun lokasi pelaksanaannya dilakukan di enam Posyandu yang berada di ring satu PAMA BPOP Manggar dan PAMA Kariangau. Antara lain, Posyandu RT 002 Kelurahan Kariangau, Posyandu RT 041, 042, 044 dan RT 098 di Kelurahan Manggar.

Chief PAMA BPOP Expert Sulasman menjelaskan, stunting merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tertuang dalam Permenkes No. 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggara Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Sehingga menjadi sebuah panggilan bagi PAMA BPOP untuk turut membantu pemerintah dalam misi kemanusiaan, Program Indonesia Sehat.

“Apalagi salah satu target SDGs (Sustainable Development Goals) yang termasuk pada pembangunan berkelanjutan nomor dua adalah menghilangkan kelaparan. Juga segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030. Mencapai ketahanan pangan, dengan target menurunkan angka stunting hingga 40 persen di 2025,” ucap Sulasman didampingi CSR Officer Aziz Kusuma Aji.

Dengan diwujudkannya CSR ini, Sulasman juga berharap perusahaan bisa ikut mendukung dan mendorong semangat masyarakat, stakeholder dan pemerintah untuk bersama-sama mengatasi stunting.

Aziz Kusuma Aji CSR PAMA BPOP menambahkan, berdasarkan data yang disampaikan pada rapat rembuk stunting tingkat Kota Balikpapan, prevalensi stunting pada tahun 2024 mencapai 19,3 persen, sedangkan untuk tingkat nasional adalah 14 persen.

“Di 2025, stunting masih menjadi fokus utama pemerintah. Hingga masuk pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029. Dengan tujuan pertama target prevalensi stunting di Balikpapan sebesar 17,6 persen pada 2025. Selanjutnya semakin rendah menjadi 15,6 persen pada 2026,” beber Aziz.

Untuk merealisasikan Program Kesehatan CSR PAMA Tahun 2025, bantuan sarana dan prasarana Posyandu guna mendukung aktivitas program pencegahan stunting ini, PAMA BPOP menggandeng pihak kelurahan, ketua RT, LPM dan Kampung Keluarga Berencana (KB) Dian Khinasih Manggar.

Adapun bantuan yang diberikan antara lain alat kesehatan seperti alat ukur gula darah, alat ukur asam urat dan kolesterol, alat tensimeter digital, kursi besi dewasa, kursi plastik anak, meja lipat stainless, timbangan berat badan digital, dan kipas angin. Dengan total anggaran mencapai Rp22.130.000.

“PAMA BPOP telah merencanakan activity CSR khusus untuk program kesehatan dari tahun lalu sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Dengan prioritas dalam agenda ini adalah pencegahan dan pengentasan stunting,” sebut Aziz.