Tahu Masak dan Tahu Brontak, 2 Varian Tahu Khas Cilacap yang Wajib Dicoba

Keduanya memiliki cita rasa khas, teknik penyajian berbeda, dan menjadi bagian dari tradisi makan masyarakat setempat.

Diterbitkan 08 Mei 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cilacap - Cilacap, kabupaten di pesisir selatan Jawa Tengah, menyimpan kekayaan kuliner berbahan dasar tahu. Dua varian yang menonjol adalah tahu masak dan tahu brontak.

Keduanya memiliki cita rasa khas, teknik penyajian berbeda, dan menjadi bagian dari tradisi makan masyarakat setempat. Tahu masak khas Cilacap terdiri dari tahu putih rebus yang disajikan dengan lontong, bawang goreng, dan kuah kacang kental.

Bumbu kacang terbuat dari kacang tanah sangrai yang dihaluskan dengan bawang putih, kencur, dan gula merah. Kuahnya tidak terlalu manis, lebih gurih, dan sedikit pedas.

Mengutip dari berbagai sumber, perbedaan utama tahu masak dengan sajian serupa di daerah lain terletak pada tekstur kuah. Kuah kacang di Cilacap lebih kental dan tidak menggunakan santan.

Beberapa warung menambahkan irisan kol rebus atau tauge sebagai pelengkap. Tahu masak mudah ditemui di warung-warung tradisional sekitar Pasar Cilacap.

Seperti di warung Tahu Masak Pak Joko di Jalan Gatot Subroto. Harganya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.

Tahu brontak berbeda jauh dari tahu masak. Hidangan ini berupa tahu pong berongga yang diisi dengan adonan berbahan telur, wortel, daun bawang, dan bumbu rempah.

Setelah diisi, tahu digoreng setengah matang lalu dicelup dalam kuah santan berbumbu kuning. Kuah santan tahu brontak mengandung kunyit, kemiri, dan ketumbar, memberikan rasa gurih dengan aroma rempah kuat.

Beberapa penjual menambahkan irisan cabai rawit untuk sentuhan pedas. Tekstur tahu brontak lebih beragam karena perpaduan renyahnya kulit tahu dan lembutnya isian.

 

Lokasi Tersebar

Lokasi penjualan tahu brontak tersebar di kawasan perkampungan Cilacap, seperti di warung Bu Siti dekat Pelabuhan Cilacap. Harganya sedikit lebih tinggi, sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi.

Tahu masak cocok disantap sebagai sarapan atau makan siang karena kuah kacangnya mengenyangkan. Sebaliknya, tahu brontak lebih sering dinikmati saat sore hari karena kuah santannya lebih berat.

Kedua hidangan ini merupakan inovasi kuliner tradisional Cilacap dalam mengolah tahu. Tahu masak mengandalkan kesederhanaan rasa, sementara tahu brontak menawarkan kompleksitas tekstur dan rempah.

Beberapa warung menjual kedua varian ini, membuat pembeli mencicipi keduanya dalam satu kunjungan. Salah satunya adalah warung Makan Sederhana di Jalan Diponegoro yang sudah berdiri sejak 1980-an.

Penulis: Ade Yofi Faidzun