Cuaca Buruk, Penerbangan Lion Air Gagal Mendarat di Lampung dan Dialihkan ke Palembang

Salah satu penerbangan milik maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 242 terpaksa dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan.

Diperbarui 19 April 2025, 01:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Cuaca buruk yang melanda wilayah Lampung pada Jumat malam, (18/4/2025) menyebabkan terganggunya operasional penerbangan di Bandara Raden Inten II. Salah satu penerbangan milik maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 242, terpaksa dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan.

Pesawat Lion Air yang terbang dari Jakarta menuju Lampung itu dilaporkan tidak dapat melakukan pendaratan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, termasuk hujan deras dan jarak pandang terbatas.

"Iya benar, divert ke Palembang karena bad weather," ujar General Manager Bandara Raden Inten II, Gantino Wahyu, saat dikonfirmasi oleh Liputan6.com, Jumat (18/4/2025).

Menurut Gantino, keputusan pengalihan dilakukan demi keselamatan penerbangan. JT 242 awalnya dijadwalkan mendarat di Bandara Raden Inten II sekitar pukul 20.00 WIB, namun cuaca ekstrem memaksa pilot dan pengatur lalu lintas udara mengambil langkah alternatif.

Operasional Diperpanjang, Tim Bandara Siaga

Meski pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Palembang, pihak Bandara Raden Inten II tetap memperpanjang jam operasional pada malam itu. Perpanjangan dilakukan sebagai langkah antisipasi jika kondisi cuaca membaik dan memungkinkan pesawat untuk kembali ke Lampung.

"Kami tetap standby di bandara. Tim operasional siap membantu dan berkoordinasi dengan pihak maskapai serta BMKG," kata Gantino.

Pihak bandara juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca bersama BMKG untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penerbangan lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lanjutan mengenai penumpang atau jadwal keberangkatan balik dari Palembang ke Lampung.

Penumpang Diminta Memantau Informasi

Dia mengimbau kepada seluruh penumpang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai dan pihak bandara. Kondisi cuaca yang tidak menentu bisa memengaruhi jadwal penerbangan lainnya, baik kedatangan maupun keberangkatan.

Gantino menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama. "Kami mengutamakan safety. Segala keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan," dia memungkasi.