Tertawan Sambal Halilintar Kranggan di Tenggara Jakarta

Bila melawat di dearah Kranggan, perbatasan antara Cibubur dan Bekasi, jangan lupa mampir ke rumah makan Sambal Halilintar Kranggan.

Diperbarui 10 Oktober 2023, 00:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bila melawat di dearah Kranggan, perbatasan antara Cibubur dan Bekasi, jangan lupa mampir ke rumah makan Sambal Halilintar Kranggan.

Hari Sabtu lalu, tak sengaja saya makan di situ. Olahan sambal halilintar, cacah, dan beragam jenis sambal membuat saya tertawan.

Sambalnya enak sekali. Racikannya pas. Pedasnya tertakar dan kelezatan cabai, tomat, juga jeruk nipisnya tercampur sempurna. Halilintarnya menyergap dan membuat nasi saya nambah. Saat itu, saya memilih lauk bebek goreng, paru goreng. Belum, tambah tahu juga tempe.

Kok banyak sekali lauknya? Mohon maaf, saya khilaf. Melihat jajaran lauk, membuat saya terpikat. Lantas mengambil banyak macam. Nasinya juga ada beragam pilihan. Dari nasi biasa hingga nasi nan gurih.

Bebeknya lembut, empuk, dan tak ada bau amis. Belutnya idem dito, lembut dan renyah. Ini yang mengolah pintar. Marinasi bumbunya, sesuai kebutuhan. Tak terlalu gurih, tak asin, juga tak manis. Pas, di lidah.

Lalapannya juga terlihat segar. Selada air, terong, kubis, tampak tertata rapi dan indah dipandang. Bagi saya yang suka berpetualang kuliner, bila ingin memastikan restoran atau rumah makan bersih cuma satu. Lihat kualitas kebersihan lalapannya, karena dari situ pangkalnya.

Saat meracik makanan, para koki yang membuat sambal dadak atau mengoreng menggunakan sarung tangan plastik. Ok ini, terjaga kebersihannya.

Harga? Ini juga membuat saya kaget. Terhitung murah dengan kelezatan makanannya.

Sambal Halilintar di Kranggan ini, ternyata cabang dari Jababeka. Itu kata Harto, salah satu kepala pelayan rumah makan ini.

"Kami baru buka seminggu ini. Alhamdulillah, respon pelanggan baik. Sudah banyak yang bisa kami klaim sebagai pelanggan, karena sudah lebih dari tiga kali kembali berkunjung ke sini," ujar Harto yang tampak sibuk sekali.

Wah, saat mendengar sudah ada pengunjung yang datang berulang, ini jadi pembenar asumsi saya. Karena bisa dipastikan bahwa masakannya enak, dan kualitasnya dijaga konstan.

Nah, sebenarnya keramaian rumah makan ini yang membuat saya mampir. Saat lewat di waktu menjelang jam makan malam, saya lihat parkiran penuh. Rumus rahasia rumah makan enak, parkiran pasti penuh.

Yang juga menarik, bangunannya kombinasi Joglo di bagian depan dan minimalis di bagian belakang. Membaurkan tradisi Jawa dan sedikit sentuhan moderen. Ruang musala dan kamar kecilnya juga bagus.

Oh ya, selain beragam menu sambal, di sini juga menu lain. Terlihat konter bakso dan mie ayam gepeng super altar Si Kumis Harapan Indah. Sepertinya terlihat enak.

Pengunjung di samping saya, tampak menikmati mie ayam dengan takzim. Tandas dalam waktu tak lama. Saya ya pun iseng menanyainya. "Ini mie ayamnya enak sekali," ucap Ardian, nama pengunjung itu.

Saya yakin jawabannya benar. Soalnya, sebelum melahap mie ayam itu, dia menikmati dulu kuahnya tanpa mencampurnya dengan kecap, saus, atau sambal. "Kuahnya gurih, baksonya juga lembut," tuturnya tanpa ditanya.

Ternyata, Bakso Gepeng Super Altar Si Kumis juga kuliner unggulan. Dia sudah punya konter asli di Harapan Indah Bekasi. Jadi, konsep resto ini mengabungkan dua menu andalan dari dua rumah makan berbeda.

Sebuah konsep menarik. Karena dari segi makanan sudah teruji, ada alternatif pilihan makanan, parkir luas, dan tempatnya asyik.

Â