Sukses

Banyak Monyet Berkeliaran di Kota Bandung, BMKG Sebut Tak Ada Kaitan dengan Potensi Bencana

Liputan6.com, Bandung - Sejumlah kawanan monyet dilaporkan berkeliaran ke beberapa permukiman di Kota Bandung. Sejauh ini, belum bisa dipastikan apakah kawanan primata itu memang keluar dari habitatnya atau hewan peliharaan yang kabur, atau sengaja dilepaskan.

Sekitar empat ekor monyet terlihat oleh warga di kawasan Kiaracondong, Antapani, dan Dago beberapa hari lalu. Sejumlah pihak kemudian mengait-ngaitkan kejadian itu dengan potensi bencana alam.

Menanggapi hal itu, Staf Observasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kota Bandung, Ajeng Marina Utamie, mengatakan, kejadian tersebut belum bisa dikaitkan dengan bencana.

“Jadi, belum bisa dikaitkan (fenomena monyet turun ke kota) dengan potensi bencana yang ada di Kota Bandung,” ujarnya dalam Bandung Menjawab, disiarkan ulang lewat keterangan pers.

Menurut Ajeng, hingga Rabu (30/11/2022) ini, misalnya, belum ada gerakan seismik di Sesar Lembang yang berdampak pada potensi kebencanaan. Ia mengimbau masyarakat agar tak panik.

"BMKG akan memberikan informasi terbaru agar penanganan bencana di Kota Bandung dapat dilakukan secara maksimal," imbuhnya.

 

 

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Evakuasi Diskar PB

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Yusuf Hidayat, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat terkait upaya evakuasi monyet yang masuk ke permukiman.

“Evakuasi belum bisa kami lakukan karena monyet-monyet ini berpindah lokasi. Kami mendapat laporan di kawasan Puri Dago, Kiaracondong, belum lama ini di kawasan Dago," akunya.

"Namun dari hasil identifikasi, yang kami lihat, monyet yang ditemukan di berbagai lokasi ini tampaknya jenis yang sama. Sehingga diduga sebenarnya monyet ini berpindah-pindah,” lanjut Yusuf.

Soal keterkaitan antara turunnya monyet ke permukiman warga dengan potensi bencana, Yusuf meminta masyarakat agar tak panik.

“Kami mengimbau kepada warga, jika melihat hewan yang tidak bersahabat, hindari kontak fisik. Jangan buat hewan tersebut stres sehingga menjadi buas,” Yusuf menandaskan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS