Sukses

Bobotoh Kenang Sosok Aremania Ini, Disebut Pembuka Jalan Saat Away ke Malang

Liputan6.com, Bandung - Dukacita mendalam terus mengalir usai kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Seratusan Aremania, pendukung setia Arema FC, meregang nyawa dalam insiden yang diwarnai penembakan gas air mata ke tribun penonton itu.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Kericuhan disebut bermula dari aksi penonton yang turun ke lapangan usai duel Arema FC kalah dari Persebaya.

Namun, jumlah penonton yang membeludak dan tidak sebanding dengan aparat keamanan membuat aparat kepolisian menembakkan gas air mata. Nahas, gas air mata tak hanya ditembakkan ke arah suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun.

Sontak, aksi itu membuat para penonton mulai panik untuk menuju pintu keluar. Akibatnya, terjadi desak-desakan ke arah pintu keluar, bahkan mereka juga saling injak hingga membuat banyak korban pingsan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 130 nyawa melayang dan 186 menjalani perawatan akibat gas air mata saat terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Dari ratusan Aremania yang meninggal, ada salah satu sosok yang dikenang para Bobotoh. Dialah Mas Nawi atau akrab dipanggil Sam Nawi.

“Mas Nawi, salah satu tokoh Aremania yang mengawal rombongan bobotoh. “Sampe ketemu di Bandung Mas” itu ucapan terakhir waktu kita dadah dadah di pintu tol madyopuro. Selamat jalan! 🥀🥀,” tulis akun @v_frontline.pc dikutip Minggu (2/10/2022).

Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar juga menyampaikan kabar duka bahwa Mas Nawi, sosok Aremania yang turut menjaga Bobotoh away ke Malang saat berlangsungnya laga Arema FC vs Persib Bandung.

“Salah satu yg meninggal adalah mas nawi, salah satu dari banyak aremania yg concern membantu menjaga bobotoh dari kedatangan sampai kepulangan ketika di Malang,” tulis Tobias di akun Twitter pribadinya, @toptobs.

“Selamat jalan mas nawi dan semua aremania yang menjadi korban meninggal dunia di pertandingan kemarin, walaupun terdengar klise tapi kalimat "semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi korban melayang dalam pertandingan sepakbola" benar2 bisa terwujud,” kata Tobias.

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Rajut Perdamaian

Sebelum adanya insiden penembakan gas air mata di Kanjuruhan, Bobotoh sempat merasakan atmosfer laga tandang ke stadion yang berlokasi di Kepanjen itu. Pertandingan antara Arema vs Persib pada Minggu 11 September 2022, menunjukkan cita-cita bersama untuk merajut damai antara dua suporter.

Bobotoh tak cuma diberi slot kursi di stadion untuk nonton tim kesayangan. Mereka juga disambut hangat Aremania, bahkan duduk bersama hingga makan nasi bungkus bersama.

Tidak sampai di situ, perwakilan dari suporter Persib turun ke pinggir lapangan Stadion Kanjuruhan pada momen jeda turun minum laga antara Arema vs Persib.

Sambil berjalan mengelilingi Stadion Kanjuruhan, perwakilan Viking dan Bobotoh membentangkan spanduk bertuliskan 'Kulonuwun Aremania. Biru barat biru timur. Bersatu di dalam birunya cinta'.

Ketika Persib memenangi pertandingan, Bobotoh leluasa bernyanyi merayakan kemenangan. Aremania pun memberikan tepuk tangan, mereka justru kecewa dengan performa timnya sendiri yang kalah di pertandingan itu.

Bahkan, ketika seusai pertandingan pun perwakilan Aremania turut menemani ratusan suporter Persib hingga akhirnya pulang dengan nyaman.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.