Sukses

Apa Itu 'Hairball' pada Kucing dan Bagaimana Cara Penanganannya?

Liputan6.com, Bandung - Kucing adalah hewan yang menggemaskan. Apalagi hewan peliharaan ini punya banyak waktu untuk merapikan bulunya (self-grooming) sehingga dikenal pandai menjaga kebersihan dirinya secara alami.

Penelitian menunjukkan bahwa kucing menghabiskan 30–50% waktunya untuk merawat dirinya sendiri. Namun, hal ini dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mereka. Ketika mereka menjilati bulu sendiri, lidah mereka dapat menangkap bulu yang rontok/mati sehingga tertelan dalam saluran pencernaan.

Meskipun sejumlah bulu-bulu halus dapat dicerna dengan baik, sebagian dari bulu halus tersebut sedikit demi sedikit tertinggal di perut kucing dan dapat membentuk bola rambut atau yang sering kita sebut dengan istilah hairball.

Hairball kerap ditemukan pada kucing dengan ras berbulu panjang seperti Persia dan Maine coon, tetapi juga tidak jarang ditemukan pada semua ras kucing pada umumnya. Meskipun hal ini normal terjadi pada kucing, pemilik kucing mungkin masih belum terbiasa atau bahkan terganggu melihat kucing mereka mengeluarkan hairball karena kucing mereka dapat tersedak hingga muntah.

Meskipun kebanyakan kucing terkadang dapat mengeluarkan hairball secara regurgitasi (muntah), namun hairball yang terlalu sering dikeluarkan lewat muntah dapat menimbulkan bebagai masalah kesehatan, seperti mikroba usus yang tidak seimbang, stres serta alergi.

Pertama, hairball yang terus-menerus menunjukkan penurunan pada kemampuan sistem pencernaan kucing untuk menyerap dan menyalurkan makanan ke tubuh. Makanan dan material lainnya, termasuk hairball, tidak dapat bergerak melalui saluran pencernaan dengan baik sehingga pencernaan kucing akan terganggu. 

Selain itu, hairball juga menyebabkan kucing kesayangannya mengalami stres atau kecemasan karena perubahan kesehatan secara tiba-tiba. Pemilik pun juga perlu memeriksa apakah ada alergi yang memicu timbulnya kulit gatal.

Jika hairball tersangkut di saluran pencernaan kucing, penyumbatan yang terjadi pada sistem pencernaan berpotensi mengancam nyawa si kucing. Pemilik harus harus memperhatikan gejala serius seperti tersedak, atau muntah yang terus-menerus tanpa mengeluarkan hairball, lesu, sembelit, diare, dan kehilangan nafsu makan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tips Perawatan Hairball

Dokter hewan Nurul Anjar Prastiwi mengatakan, meskipun hairball pada kucing tidak dapat dihindari, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan dampak negatifnya.

"Pertama, pemilik harus merawat dan menyisir bulu kucing mereka secara teratur untuk membantu mengurangi jumlah bulu yang tertelan yang nantinya akan menjadi hairball di dalam perut mereka. Selain efektif dalam meminimalkan hairball, kegiatan menyisir ini dapat membantu mengeratkan hubungan (bonding) Anda dengan kucing kesayangan Anda," kata Nurul.

Nurul menyampaikan, pemilik juga dapat membawa kucingnya ke penata rambut profesional (groomer) untuk memberikan potongan rambut untuk kucingnya yang berbulu panjang setiap enam bulan sekali.

Meskipun dianjurkan untuk sering menyikat bulu mereka, lanjut Nurul, pemilik kucing juga dapat mencoba melatih mereka untuk mencegah perawatan yang berlebihan jika penyebab gangguan hairball berasal dari perawatan yang kompulsif. Cara ini dapat dilakukan dengan mengajari mereka bermain dengan mainan baru atau memperkenalkan mainan yang menyenangkan untuk dimainkan agar mereka teralih dari excessive self-grooming.

Selain itu, ada berbagai produk hairball yang dapat diberikan kepada kucing kesayangan Anda, seperti meliputi vitamin dan pencahar ringan untuk membantu hairball melewati saluran pencernaan.

"Anda juga dapat memberikan makanan untuk kucing dengan formula khusus yang ditujukan untuk perawatan dan pemulihan hairball," ujarnya.

Ketika pemilik semakin menyadari kebutuhan untuk mengelola hairball secara efektif, penting bagi pemilik kucing untuk mencari produk yang dikembangkan oleh dokter hewan dengan serat tinggi untuk membantu agar hairball dapat dicerna dengan mudah, sekaligus meminimalkan kerontokan, dan meningkatkan kesehatan bulu secara keseluruhan seperti yang disediakan oleh lini produk IAMS.

Makanan seperti IAMS Hairball mengandung campuran serat selulosa bubuk dan bubur bit untuk membantu meningkatkan kesehatan usus dan memberikan nutrisi penting untuk kesehatan kulit dan bulu.

Untuk mengatasi masalah bulu kucing secara efektif, penting bagi pemilik kucing untuk menerapkan pendekatan yang seimbang, yang mencakup perawatan yang baik dan diet dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk kesehatan kulit dan bulu. Ini akan membantu menjaga kucing Anda tetap sehat dan bahagia secara holistik dalam jangka panjang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.