Sukses

Coba Dengarkan 10 Lagu Indonesia Ini untuk Berdamai dengan Diri Sendiri

Liputan6.com, Yogyakarta - Berdamai dengan diri sendiri merupakan suatu keadaan saat seseorang dapat menerima semua hal yang telah terjadi pada kehidupan yang lalu, baik dalam bentuk fisik atau luka psikologis. Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk dapat mencapai titik tersebut, satu di antaranya dengan mendengarkan musik.

Ada beberapa lagu dengan alunan indah dan lirik motivatif yang bisa membuat seseorang berdamai dengan dirinya sendiri. Inilah 10 lagu Indonesia yang memiliki nilai magis yang bisa membantumu berdamai dengan diri sendiri:

1. Kunto Aji - 'Rehat'

Lagu 'Rehat' merupakan salah satu lagu yang ada di album 'Mantra-Mantra'. Mantra-mantra berisi sembilan lagu yang mengangkat isu kesehatan mental dari pengalaman pribadi Kunto Aji.

Melalui lagu ini, Kunto Aji seolah meyakinkan para pendengarnya bahwa tidak semua kesalahan yang terjadi adalah salah kamu. Ia juga mengajak para pendengarnya untuk berhenti mengutuk diri sendiri.

Dalam lagu Rehat, terdapat bagian instrumental yang bertujuan untuk kontemplasi. Dengan menggandeng Petra Sihombing sebagai produser, Kunto Aji memasukkan frekuensi 396 Hz, yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif demi menyehatkan mental.

Penelitian tentang frekuensi itu dikenal dengan nama Solfeggio Frequencies milik Dr. Joseph Pulio, seorang psikolog asal Amerika Serikat. Bagian kontemplasi tersebut ada di menit 3 detik 15 hingga akhir lagu.

2. Kunto Aji - 'Sulung' dan 'Bungsu'

Masih di album yang sama, 'Mantra-Mantra', lagu 'Sulung' dan 'Bungsu' seolah menjadi pembuka dan penutup dari album ini. Dengan lirik repetitif, dua lagu ini bak mantra yang berbunyi, "Cukupkanlah ikatanmu, relakanlah yang tak seharusnya untukmu".

Lagi-lagi, Kunto Aji mengajak penikmat musiknya untuk lebih mencintai diri sendiri dengan tidak memaksakan diri. Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa yang sebaiknya dijaga lebih dulu adalah diri sendiri.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hindia

3. Hindia - 'Secukupnya'

Baskara Putra adalah vokalis grup musik .Feast yang membuat proyek solo dengan mengusung nama Hindia. Lagu 'Secukupnya' ada dalam album pertamanya berjudul 'Menari dengan Bayangan'.

Melalui lagu tersebut, Hindia seolah menggambarkan permasalahan-permasalahan yang dialami manusia pada umumnya. Permasalahan tentang pekerjaan, pertemanan, dan kegagalan pasti terjadi di kehidupan setiap orang.

Hindia mengajak pendengarnya untuk bersedih secukupnya, kemudian bangkit kembali. Meresapi lirik lagu ini seolah pendengar diingatkan bahwa setiap permasalahan pasti akan berlalu.

3. Yura Yunita - 'Tutur Batin'

Melalui lagu 'Tutur Batin', Yura Yunita ingin mengajak pendengarnya untuk selalu bersyukur dan bisa menerima kekurangan diri sendiri. Ia mengajak pendengarnya untuk menyadari betapa berharganya diri sendiri bahwa kita mampu membuat jalan sendiri disaat ada yang mencoba menutupinya.

Musik video lagu ini dirilis bertepatan dengan International Women's Day pada 9 Maret 2022 lalu. Lagu tersebut merupakan ajakan untuk para wanita agar lebih mencintai diri sendiri.

4. Yura Yunita - 'Tenang'

Jika lagu tutur batin berisi ajakan untuk lebih mencintai diri sendiri, lagu yang satu ini memiliki makna refleksi diri. Lagu ini masih berada di satu album yang sama, yakni 'Tutur Batin',

Saat malam hari, seringkali seseorang memikirkan banyak hal tentang kehidupan. Tak jarang, rasa resah dan khawatir muncul karena ketidakpastian akan arti kehidupan. Lagu ini berupa doa, curahan rasa, dan dialog kepada diri sendiri dan Sang Pencipta.

5. Monita Tahalea - 'Laila'

Memiliki makna yang hampir sama dengan lagu 'Tenang' milik Yura Yunita, lagu 'Laila' adalah sebuah bentuk berdialog dan berserah diri kepada Sang Pencipta. Kegelisahan yang dialami manusia tentang pencarian jati diri, meratapi kehidupan, dan berperang dengan diri sendiri, ada kalanya harus dibarengi dengan berserah diri.

'Laila' merupakan salah satu lagu di album 'Dari Balik Jendela'. Penggalan chorus atau refrain pada lagu ini mengutip salah satu ayat Alkitab Roma 12:12.

 

3 dari 4 halaman

Sisir Tanah

6. Sisir Tanah - 'Lagu Pejalan'

Bagus Dwi Danto adalah musisi asal Yogyakarta. Setelah 10 tahun memakai nama Sisir Tanah, kini Bagus Dwi Danto memutuskan untuk menggunakan namanya sendiri.

'Lagu Pejalan' merupakan salah satu karyanya yang memiliki makna mendalam. Masalah hidup yang tak kunjung selesai tak jarang membuat seseorang terpuruk, sedih, ragu, gagal, dan merasa bersalah.

Namun, apapun yang terjadi, sebagai manusia yang bisa dilakukan hanya terus berjalan dan melanjutkan hidup. Keraguan dan ketidakmampuan sebagai seorang manusia adalah hal yang wajar.

7. Tulus - 'Diri'

Lagu 'Diri' menjadi salah satu trek dalam album 'Manusia'. Album terbaru Tulus ini merepresentasikan dinamika kehidupan manusia, mulai dari semangat menjaga jiwa muda di tengah dinamika hati dan rasa, dilanjutkan dengan pertanyaan tentang hidup, hingga ragam emosi dalam merayakan kehidupan, adalah sepenggal dari luasnya sudut pandang penulisan lagu dalam album ini.

Diawali dengan lirik yang berbunyi, "Hari ini kau berdamai dengan dirimu sendiri", Tulus seolah memberikan apresiasi kepada pendengarnya karena telah berhasil memaafkan dan menerima diri sendiri. Dalam perjalanan hidup, seseorang sering kali dihadapkan pada suatu hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau sering disebut kegagalan.

Melalui lagu ini, Tulus mengingatkan pendengarnya bahwa apapun yang terjadi dalam hidup, baik maupun buruk, seseorang harus tetap menghargai diri sendiri. Berterima kasih kepada diri sendiri adalah hal sederhana dan penting, tetapi jarang dilakukan.

8. Nadin Amizah - 'Beranjak Dewasa'

Pada perayaan ulang tahun ke-20, Nadin Amizah merilis album bertajuk 'Selamat Ulang Tahun'. Salah satu lagu dalam album tersebut adalah 'Beranjak Dewasa'.

Beranjak dewasa menceritakan tentang pendewasaan, yakni bertambahnya usia yang sejalan dengan berkurangnya sisa usia. Terlepas dari permasalahan orang dewasa pada umumnya, lagu ini cocok dijadikan pengingat tentang kehidupan.

 

4 dari 4 halaman

Isyana Sarasvati

9. Isyana Sarasvati - 'Untuk Hati yang Terluka'

Lagu 'Untuk Hati yang Terluka' merupakan suatu pengingat bahwa kegagalan bukan menjadi akhir bagi kehidupan. Sebaliknya, kegagalan justru langkah untuk dapat menemukan solusi dan jalan yang baru.

Melalui lagu ini, Isyana juga mengingatkan bahwa terlalu terobsesi pada mimpi akan membuat diri menjadi terjebak. Padahal, di balik kegagalan-kegagalan akan obsesi itu, masih ada mimpi lain yang patut diperjuangkan.

10. Banda Neira - 'Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti'

Kehilangan menjadi hal yang paling dihindari setiap orang. Ingin menghindar seperti apa pun, kehilangan akan tetap dialami setiap orang.

Lagu ini mengajarkan bahwa akan ada hal baik yang hadir dalam setiap kehilangan. Terjatuh dan tersungkur juga merupakan proses bertumbuh yang harus dilalui.

(Resla Aknaita Chak)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS