Sukses

Pria Misterius Mendadak Serang Abang Bentor dengan Badik Tanpa Sebab di Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Seorang pengemudi becak motor (bentor) di Kota Gorontalo terpaksa harus mendapat perawatan medis setelah mengalami luka yang cukup serius. Pria yang akrab disapa Arifin Nusi (50) ini mendapat luka bacok yang cukup serius.

Kejadian bermula saat korban tengah memarkir kendaraan (bentor) miliknya tepat di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Korban tiba-tiba diserang dari arah belakang oleh pelaku, dengan menggunakan senjata tajam.

Korban kala itu tidak mengetahui jika dirinya akan diserang. Sebab, saat itu pelaku hanya datang memeluk dirinya dengan erat.

“Pelaku datang dari arah belakang dan memeluk korban, sambil menusukkan senjata tajam jenis pisau badik,” kata Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, Iptu Muhammad Nauval Seno.

Melihat pelaku membawa pisau, korban berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan tersebut. Namun, usaha korban untuk melawan sia-sia, dirinya terkena sabetan pisau tersebut tepat di bagian punggung dan bahu.

“Total luka yang dialami korban ada sekitar tiga sabetan. Di antaranya di lengan, punggung dan bahu,” ungkapnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Penangkapan Pelaku

Usai kejadian, Tim Resmob Rajawali Satreskrim Polres Gorontalo Kota yang mendapatkan laporan, langsung melakukan penyelidikan. Pemeriksaan sejumlah saki dilakukan demi mencari ciri-ciri pelaku penikaman yang melarikan diri.

“Setelah beberapa jam kemudian, tim kami berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku yang mengarah ke seorang pria dengan inisial SRL (40), warga Desa Keramat, Kabupaten Bone Bolango,” katanya..

Setelah mencari ke rumahnya, ternyata pelaku tidak berada di tempat. Namun tepat siang hari, polisi berhasil mengamankan pelaku yang saat itu berada di halaman parkir RRI Gorontalo.

“Saat ini, pelaku sudah kami amankan Polres Gorontalo Kota. Kami juga masih akan mendalami motif dari pelaku, yang nekat menikam korban,” ia menandaskan.