Sukses

Bantuan Jemaah Qodariah Naqsabandiyah Suralaya untuk Korban Banjir Bandang Garut

Liputan6.com, Garut - Untuk meringankan beban korban terdampak musibah banjir bandang Karangtengah, Garut, Generasi Muda Pesantren Suryalaya (GMPS) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memberikan bantuan logistik sembilan bahan pokok (sembako).

"Total ada sekitar 1,2 ton beras, 30 dus mie instan dan belasan kerat telur ayam yang kami berikan," ujar Ketua GMPS Garut Syarifudin, di sela-sela penyerahan bantuan di posko bersama banjir bandang Karangtengah, Sabtu (18/12/2021).

Kegiatan bakti sosial (baksos) para jemaah Thoriqoh Qodariah Wanaqsabandiyah (TQN) kota Intan Garut itu, merupakan bentuk kepedulian mereka bagi para korban terdampak banjir bandang.

"Seluruh sembako yang kami berikan berasal dari sumbangan para jemaah dengan cara urungan bersama," kata dia.

Meskipun terbilang minim ujar, namun bantuan yang diberikan diharapkan menjadi motivasi mereka untuk kembali bersemangat setelah musibah alam tersebut.

"Dengan musibah alam itu diharapkan juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak pentingnya menjaga kelestarian alam," ujar dia mengingatkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Salah Satu Dakwah

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Thoriqoh Qodariah Wanaqsabandiyah (LDTQN) Garut Asep Amin. Menurutnya, kegiatan berbagi melalui pemberian sumbangan bagi warga terdampak musibah banjir bandang Karangtengah kali ini, merupakan salah satu cara dakwah yang pernah diajarkan baginda Rasululloh.

"Semoga dengan apa yang kami berikan menjadi contoh kebaikan bagi yang lain," kata dia.

Asep menambahkan, selain fokus pada pendalaman ilmu tasawuf, TQN Suryalaya yang lebih dikenal dengan sosok KH Shohibul Wafa Tajul Arifian atau 'Abah Anom', sejak lama dikenal sebagai pesantren inabah yang bertugas menyembuhkan para pecandu narkotika.

"Metode penyembuhan yang diajarkan Abah Anom mengajak para korban untuk lebih mendekatkan diri kepada sang kholik," kata dia.

Dengan upaya itu, pesantren Suryalaya Tasikmalaya mampu menghasilkan lulusan santri, dan jemaah dengan budi pekerti yang berakhlak mulia.

Selain LDTQN Suryalaya dan GMPS, kegiatan kemenusiaan itu didukung yayasan Serba Bakti yang selama ini konsen dalam ragam kegiatan sosial di bawah koordinasi Pesantren Suryalaya Tasikmalaya.