Sukses

Ratusan Hektare Sawah di Bangkonol Garut Rusak Tersapu Banjir Bandang

Liputan6.com, Garut - Ratusan hektar lahan pertanian milik warga Bangkonol, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, Garut, Jawa Barat rusak tersapu banjir bandang yang terjadi Sabtu.

“Kalau data akuratnya harus melalui perhitungan melalui dinas terkait, tapi kalau prediksi bisa ratusan hektar lebih, sebab hampir seluruh lahan pertanian warga habis tersapu,” ujar Undang, salah satu petani warga Bangkonol, Ahad (28/11/2021).

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan beberapa sungai yang melintasi pemukiman warga meluap, hingga menggenangi pemukiman mereka

“Awalnya debit air mulai naik pada pukul 14.30 WIB siang, namun banjir bandang mulai terjadi pada pukul 17.00 WIB air benar-benar tinggi,” papar dia.

Dampaknya ratusan hektar lahan pertanian padi dan beberapa rumah warga dia sekitar desa Bangkonol, rusak tersapu banjir bandang dengan material lumpur tersebut.

“Kerusakan sawah juga terjadi sampai ke daerah Cieunteng Desa Mekarluyu, kalau peternakan di sini tidak ada,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 3 halaman

Dampak Banjir

Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, mengatakan berdasarkan perhitungan sementara, ratusan Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan yakni Kecamatan Sukawening dan Karang Tengah terdampak dari musibah alam tersebut.

Rinciannya, sekitar 200 kepala keluarga di Kecamatan Karang Tengah, dan 112 Kepala keluarga di Kecamatan Sukawening. “Totalnya sekitar 312 kepala keluarga,” ujar dia.

Sebelumnya banjir bandang dengan material lumpur, batang dan ranting pohon merendam sejumlah rumah dan jalan desa di beberapa kampung di dua kecamatan di Garut.

Dampaknya banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga satu meter lebih tersebut, menyebabkan puluhan rumah warga serta ratusan hektare sawah milik warga rusak.

 

3 dari 3 halaman

Kerusakan Infrastruktur

Kemudian 8 jembatan yang menyambungkan akses transportasi beberapa desa rusak. Bahkan derasnya volume air selama musibah berlangsung, beberapa unit mobil milik warga yang tengah terparkir ikut terseret arus air.

Akibat musibah itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut menetapkan status tanggap darurat. Hingga pagi ini, nampak ratusan warga di dua kecamatan mulai membersihkan rumah mereka dengan peralatan seadanya.

Banyaknya fasilitas umum yang rusak, warga terdampak kini membutuhkan pasokan air bersih, air minum hingga kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.