Sukses

Serius Berantas Narkoba, Bobby Nasution Ingin BNNK Medan Segera Dibentuk

Liputan6.com, Medan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyampaikan harapan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut). Bobby berharap BNNP Sumut semakin masif membongkar peredaran narkoba.

Menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu menyampaikan harapannya tersebut pascapenggerebekan yang dilakukan BNNP Sumut di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) belum lama ini.

"Kami, Pemerintah Kota Medan berharap pemberantasan narkoba di Medan bisa masif," kata Bobby, dalam keterangan diperoleh Liputan6.com, Kamis (14/10/2021).

Bobby menyebut, sampai saat ini BNN belum ada di Kota Medan, dan hanya ada di Provinsi Sumut. Bobby berharap ke depan Bdan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Medan segera terbentuk.

"Dengan adanya BNN Kota Medan, saya yakin kolaborasi dengan Pemko Medan akan lebih baik memberantas peredaran narkoba," ungkapnya.

Bobby kembali menyampaikan apresiasinya kepada BNNP Sumut karena berhasil membongkar peredaran narkoba di lembaga pendidikan.

"Kami apresiasi, karena mahasiswa, generasi penerus bangsa kita, ini harus cepat ditangani untuk memberantas narkoba," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Ingatkan Warga Jauhi Narkoba 

Bobby juga mengingatkan warga Medan untuk tidak mengkonsumsi barang haram tersebut, khususnya para mahasiswa. Karena narkoba bisa menghambat generasi muda menggapai cita-cita.

"Ini zaman untuk bersaing, makin keterbukaan, tingkat bersaing semakin tinggi, narkoba itu malah membuat daya saing melemah, jadi gak usah lagi pakai narkoba agar daya saing semakin tinggi," pesannya.

Seperti diketahui, BNNP Sumut mengamankan 47 orang dari USU atas dugaan kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Dari 47 orang itu, 31 diantaranya terbukti positif menggunakan ganja.

Dari jumlah 31 orang ditangkap, 20 di antaranya mahasiswa USU, alumni, dan mahasiswa dari universitas lain. Sedangkan 11 orang lagi dari warga masyarakat.