Sukses

Cerita Siswa Cirebon Ikut Vaksin Demi Bisa Sekolah Tatap Muka

Liputan6.com, Cirebon - Semangat Irma dan Vera ikut program vaksinasi Covid-19 di Cirebon untuk siswa meluap. Mereka seakan tidak sabar kembali belajar tatap muka begitu seluruh siswa di sekolahnya sudah menerima vaksin.

Mereka berdua sengaja datang dari pagi untuk mendapat giliran paling pertama mendapatkan vaksin Covid-19. Sorot mata mereka memperlihatkan ada harapan bisa kembali belajar lagi di sekolah. Wajar, sejak pandemi Covid-19 masuk Tanah Air, sekolah BPK Penabur Kota Cirebon, tempat kedua siswi itu bersekolah, meniadakan pembelajaran tatap muka.

Usai mendapatkan vaksin Covid-19, mereka pun mengaku lega. "Efeknya biasa saja tadi saya sama yang lain di vaksin jam 9 pagi," kata Irma di tengah kegiatan vaksinasi di BPK Penabur Kota Cirebon, Kamis (12/8/2021).

Irma mengatakan semangat ikut program vaksin karena ingin pandemi Covid-19 segera berakhir. Irma mengaku ikut divaksin karena ingin segera sekolah tatap muka.

Irma mengaku sistem belajar daring justru memberikan ketidakleluasaan dalam belajar. Sebab, dalam belajar daring begitu banyak gangguan, dari kondisi rumah yang kurang kondusif, maupun kelancaran akses internet.

"Kalau tatap muka itu kita lebih bebas bertanya sama guru. Kemudian materi pelajaran yang diberikan guru lebih bisa masuk," ujar dia.

Demikian juga diungkapkan Vera yang masih duduk di bangku SMP BPK Penabur Cirebon. Menurut dia, belajar daring hanya menjadi solusi sementara.

Vera mengaku, dirinya mau divaksin, selain karena alasan bisa tatap muka di sekolah, juga bisa leluasa bepergian, termasuk ke mal maupun pusat perbelanjaan.

"Selama pandemi ya ketemunya online terus keluar juga dibatasi mudah-mudahan dengan ikut vaksin kondisi jadi lebih baik," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Target Vaksinasi

Hal senada disampaikan siswi SMA Al-Azhar Cirebon Qeysha (15). Dia mengaku sudah bosan dengan sekolah daring.

Qeysha pun dengan penuh semangat datang sendiri ke BPK Penabur untuk mendapatkan vaksin. Menurut dia, banyak pelajaran yang didapat dari belajar tatap muka.

"Kalau daring itu justru guru cenderung banyak kasih tugas," kata dia.

Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Cirebon mengikuti vaksinasi atas kerja sama BPK Penabur Kota Cirebon dan Kodim 0614 Kota Cirebon di Aula BPK Penabur Kota Cirebon.

Ketua Yayasan BPK Penabur Kota Cirebon, Eko Sudjatmiko mengatakan, vaksinasi untuk pelajar dilakukan selama dua hari. Peserta yang terdaftar sebanyak 1.750 orang.

"Awalnya hanya 1.500 orang. Setelah mendapat izin, Kodim 0614 membolehkan adanya tambahan peserta vaksinasi. Karena khawatir yang sudah daftar gagal ikut divaksin," jelasnya.

Pada hari pertama ini, kata Eko, ditargetkan ada 750 orang yang divaksin. Ia mengajak guru dan alumni untuk menjadi relawan.

Sementara itu, Kepala Staff Kodim (Kasdim) 0614, Mayor Inf Tatang Basujata mengatakan, vaksinisasi saat ini menyasar remaja usia 12 tahun ke atas.

"Alokasi vaksin memang mencapai 39 ribu. Dilakukan secara bertahap. Kali ini untuk usia di atas 12 dan 18 tahun," katanya.

Menurut Tatang, program vaksinasi di Kota Cirebon selalu mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat. Selama ini, kata Tatang, TNI-Polri memang diperintahkan untuk membantu dalam percepatan vaksinasi.

"Sejak awal kita sudah diperintahkan, bahkan kontribusinya sudah 40 persen. Itu signifikan," ungkapnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS