Sukses

Demo Lagi, Pedukung Jerinx: Aksi Kami Damai, Polisi Jangan Reprensif

Liputan6.com, Denpasar Puluhan pendukung drummer grup band Superman Is Dead (SID), Jerinx tak pernah bosan memberikan dukungan agar ia dibebaskan dari penjara. Mereka kembali menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pembebasan Jerinx. Aksi unjuk rasa itu digelar di depan patung Catur Muka Denpasar bertepatan dengan sidang lanjutan Jerinx yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denasar.

Sidang sendiri mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ahli. Penjagaan di PN Denpasar pun diperketat oleh pihak kepolisian. Sejak pagi hari mereka berjaga di sekitar PN Denpasar yang terletak di Jalan PB Sudirman.

Aksi unjuk rassa pendukung Jerinx sendiri digelar cukup jauh dari PN Denpasar. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Bebaskan JRX SID" dan melakukan orasi menuntut agar Jerinx SID dibebaskan.

Dalam orasinya, salah satu pentolan massa aksi, Ngurah Jesen menuturkan jika dari hasil persidangan sebelumnya, saksi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan jika mereka tak berniat untuk memenjarakan Jerinx. Jesen menyebut jika Jerinx juga pribsdi yang baik. Ia kemudian bertanya, untuk apa Jerinx diadili. "Untuk apa Jerinx ditahan dan dipaksa tinggal di balik jeruji?" tanyanya.

Ia juga menyesalkan jaksa yang memaksakan menjerat suami Nora Alexandra itu dengan UU ITE yang menurutnya pasal karet. Menurut dia tak ada alasan yang masuk akal untuk mengadili Jerinx. Sebab, katanya, Jerinx hanya menyampaikan pendapat yang dilindungi oleh konstitusi.

"Ini sangat jelas bahwa ada upaya pembungkaman terhadap pribadi yang kritis, terhadap orang yang berpendapat. Padahal berpendapat jelas dilindungi oleh kontstitusi. Jadi tidak ada alasan lagi untuk memenjarakan Jerinx SID, Bebaskan Jerinx SID!" serunya.

Meski beberapa kali dibubarkan aparat kepolisian, Jesen mengaku ia dan rekan-rekannya tak kapok menggelar aksi unjuk rasa. "Kami akan terus melakukan aksi untuk menuntut agar Jerinx SID dibebaskan, Bebaskan Jerinx SID!" tegasnya.

Setelah puas melakukan orasi, mereka membubarkan diri dengan tertib. "Tolong sampaikan pesan kami kepada bapak aparat keamanan, ya. Aksi kami selalu damai. Tidak seharusnya aparat bertindak represif", ucap Jesen.