Sukses

Pasien Isolasi Mandiri Capai 4.185 Orang, Hotel Berbintang di Padang Jadi Tempat Karantina

Liputan6.com, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah menyusun rencana untuk menambah fasilitas dan ruang isolasi bagi pasien yang terinfeksi Covid-19. Pasalnya, jumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri per 21 Oktober 2020 sudah mencapai 4.185 orang atau 35,92 persen, dari 11.652 total warga yang terpapar Covid-19 di Sumbar.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, hotel bintang 2 akan diperuntukkan untuk umum dan hotel bintang 3 untuk tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

"Pasien yang isolasi mandiri akan dipindahkan ke hotel-hotel yang telah disiapkan sebagai tempat karantina. karantina di rumah tidak sepenuhnya efektif dan bisa menularkan ke anggota keluarga yang lainnya," ujar Irwan Prayitno, Kamis (22/10/2020).

Dia menyebutkan, Pemprov Sumbar tidak hanya menyiapkan hotel bintang 2 dan 3 sebagai tempat karantina, tetapi juga menyiapkan asrama haji sebagai ruang tambahan.

Dirinya mengklaim, kini Sumbar tidak lagi kekurangan fasilitas untuk karantina ataupun isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

"Selain memanfaatkan hotel di Padang, asrama haji, penambahan ruang isolasi juga dilakukan di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Ahmad Mochtar," sebutnya.

Untuk asrama haji sudah bisa dipergunakan sebagai tempat karantina dalam minggu ini, karena sudah mulai dipagar dan tenaga kesehatan dari rumah sakit sudah mulai diambil alih.

2 dari 3 halaman

260 Tenaga Kesehatan RSUP M Djamil Terpapar Covid-19

Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan mulai tumbang akibat banyaknya yang terinfeksi Covid-19, di RSUP M Djamil jumlah nakes yang terpapar covid-19 sudah mencapai 260 orang.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Yusirwan menjelaskan, sejak pandemi Covid-19 mewabah di Sumbar, sebanyak 260 orang tenaga medis di RSUP M Djamil Padang telah terpapar Covid-19.

"Jika dipersentase, 90 persen tidak terpapar saat melayani pasien. Namun, tenaga medis terpapar karena tidak menerapkan protokol kesehatan 3M setelah selesai jam kerja," ucap Yusirwan.

Yusirwan menjelaskan, kemampuan seorang perawat memakai alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat hanyalah 3-4 jam, sehingga lamanya shift kerja pasien Covid-19 berbeda dengan shift kerja pasien yang tidak terpapar Covid-19.

"Rumah sakit merupakan benteng terakhir dalam pemutusan mata rantai Covid-19. Pada saat ini, nakes kita yang terpapar covid dan dirawat berjumlah 12 orang," imbuhnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Sumbar, per 22 Oktober 2020, total warga Sumbar yang terinfeksi Covid-19 berjumlah 11.652 orang, 6.411 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 219 orang meninggal dunia.

Pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 506 orang, isolasi mandiri 4.185 orang, isolasi daerah 2.019, dan tempat lainnya sebanyak 123 orang.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan Berikut Ini