Sukses

Ada Konflik, Umat Tridharma Tak Bisa Ritual di Kelenteng Terbesar Se-Asia Tenggara

Liputan6.com, Tuban - Umat di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur mengaku kecewa tidak bisa ritual di dalam Altar saat HUT dewa perang YM Kongco Kwan Sing Tee Koen yang ke-1860. Sebab, empat pintu gerbang Kelenteng terbesar se-Asia Tenggara ini terkunci.

Aheng seorang jemaat asal Kabupaten Probolinggo mengaku, dirinya sangat kecewa atas kondisi yang terjadi. Pihaknya beserta rombongan berkunjung di Tuban untuk ritual sembahyang hanya di momen tahunan saja.

"Yang jelas kita kecewa. Sudah jauh-jauh datang kesini malah ini di gembok. Saya hanya mendengar isue nya saja. Kita kira tidak sampai seperti ini, semoga kedepan bisa akur dan damai," kata Aheng, Kamis (13/8/2020).

Sementara itu, Ketua Penilik Domisioner Kelenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro beralasan, hari ini tidak ritual sembahyang secara bersama-sama demi pencegahan penyebaran pandemi virus Corona, sehingga kondisi tempat ibadah ini masih terkunci.

"Awalnya memang tindakan di masa pandemi dan mendapat surat edaran dari bupati kita batasi, agar tidak terjadi penyebaran," katanya.

Alim mengaku tidak tahu menahu jika kubu Mardjojo alias Tio Eng Bo sudah menggembok pintu kelenteng sejak Jumat (28/7/2020).

Sementara di lain pihak, Tio Eng Bo menjelaskan penutupan pintu masuk kelenteng karena kondisi mendesak. Dia berharap, semua konflik bisa segera selesai.

"Kami juga ingin damai dan rukun," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB, umat Tridharma mulai melakukan sembahyang sendiri-sendiri. Baru setelah sekitar pukul 10.30 WIB kemudian umat kelompok Tio Eng Bo tiba di lokasi untuk menggelar ritual sembahyang.

Ketegangan di antara kedua kubu yang berseteru pun sempat muncul. Kendati demikian, tampak mereka melakukan ritual sembahyang bersama dan berdoa untuk kebaikan semua pihak dari luar Kelenteng itu.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: